Budaya  

Jamasan Pusaka Tombak Kyai Wignyo Murti dan Gamelan Nyai Sakanti di Trenggalek

Koleksi Pusaka Baru Warnai Jamasan di Trenggalek
Koleksi Pusaka Baru Warnai Jamasan di Trenggalek

Tombak Kyai Wignyo Murti dan Gamelan Nyai Sakanti Ikut Disucikan

Prosesi jamasan pusaka dalam rangka Hari Jadi Trenggalek ke-831 tahun ini menghadirkan suasana berbeda dibanding tahun sebelumnya.

Selain penyucian rutin terhadap pusaka lama, terdapat penambahan koleksi baru yang ikut prosesi jamasan pusaka, termasuk perangkat gamelan.

Penjamas pusaka, dr. Sarjono Baskoro, menjelaskan jumlah pusaka yang disucikan tahun ini meningkat dibanding 2024.

Jika tahun lalu hanya dua pusaka tombak, kali ini bertambah lima tombak dan satu gamelan.

“Tahun ini ada perbedaan dengan jamasan pada tahun lalu. Kalau tahun lalu ada dua, tahun ini sekarang tombaknya bertambah lima,” ungkap Sarjono, Selasa (26/8/2025).

Menurut Sarjono, ritual ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan juga bentuk perawatan pusaka agar tetap terjaga.

“Tujuan jamasan adalah untuk memperbaiki termasuk juga membersihkan pusaka,” ujar Sarjono.

Hadiah Pusaka dari Kraton Yogyakarta

Dari lima tombak tersebut, terdapat pusaka tombak yang merupakan hadiah dari Kerajaan Yogyakarta.

“Dari lima itu, satunya adalah hadiah dari Yogyakarta, yang empat adalah tombak Kyai Korowelang lalu Songsong Hayom Sih,” ucap Sarjono.

Salah satu koleksi baru yang ikut dijamas adalah Tombak Kyai Wignyo Murti, hadiah dari Kraton Yogyakarta yang diserahkan langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Penambahan ini disebut menandai semakin lengkapnya pusaka Kabupaten Trenggalek.

“Yang dari Yogyakarta adalah hadiah dari Kraton Yogyakarta dari Sinuwun, yaitu Tombak Kyai Wignyo Murti,” jelas Sarjono.

Lebih lanjut, Sarjono juga menyebut hadirnya hadiah tersebut dapat melengkapi koleksi dari pusaka yang ada di Trenggalek.

“Ini menandakan pusaka Trenggalek semakin lengkap walaupun belum begitu lengkap, saya kira itu yang penting,” lanjut Sarjono.

Peresmian Gamelan Nyai Sakanti

Gamelan Nyai Sakanti di Jamasan Pusaka Trenggalek

Selain tombak, untuk pertama kalinya gamelan juga menjalani prosesi jamasan.

Dalam prosesi yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin sekaligus meresmikan nama gamelan pendopo, yakni Nyai Sakanti.

Bupati Trenggalek sendiri menyebut bahwa kehadiran Gamelan Nyai Sakanti sebagai pendamping pusaka Kyai Korowelang.

“Harapannya Nyai Sakanti melengkapi dalam sisi harmonis. Kalau kami punya Kyai Korowelang, maka Nyai Sakanti adalah pendampingnya,” ujarnya.

Ia juga berharap agar jamasan pusaka ini nantinya dapat membawa keselarasan dan kebaikan bagi masyarakat Trenggalek.

“Semoga setiap langkah yang diiringi gamelan ini bisa selaras dan membawa kebaikan,” jelas bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Daftar Pusaka yang Dijamas

Beberapa pusaka penting yang ikut disucikan antara lain:

  1. Tombak Kyai Wignyo Murti (hadiah Sultan Hamengkubuwono X)
  2. Songsong Hayom Sih (hadiah Sultan Hamengkubuwono X)
  3. Empat Tombak Kyai Korowelang (dua merah-putih akan dibawa ke Karangrejo, dua cokelat akan diarak ke Kamulan)
  4. Sepasang Tombak Biring Kamulan
  5. Songsong Tunggul Naga
  6. Songsong Tunggul Praja
  7. Pataka Parasamya Praja Nugraha
  8. Pataka Jwalita Praja Karana
  9. Pataka Prasasti Kamulan
  10. Ageman dan pusaka bupati

Prosesi jamasan menjadi simbol penyucian, pelestarian tradisi, sekaligus penegasan amanah bahwa pusaka adalah simbol kerukunan masyarakat yang harus dijaga. (Lia)