Netrawarga.com – Pemerintah resmi meluncurkan program Sekolah Rakyat pada awal tahun ajaran 2025–2026.
Sebelumnya, uji coba digelar di Jakarta dan Bekasi pada 9–10 Juli.
Program ini ditujukan sebagai solusi pendidikan gratis untuk anak dari keluarga miskin.
Sekolah Rakyat dirancang berbeda dari sekolah formal pada umumnya.
Dari kurikulum hingga fasilitas, semua disesuaikan agar bisa menjangkau siswa-siswa dari kelompok rentan secara maksimal.
- Kurikulum Lebih Fleksibel
Sekolah Rakyat memakai Kurikulum Nasional, tapi pendekatannya fleksibel.
Sistem multi-entry dan multi-exit memungkinkan siswa masuk kapan saja dan menyelesaikan belajar sesuai kecepatan masing-masing.
Berbeda dengan sekolah biasa yang mengikuti kalender akademik tetap.
- Biaya 100 Persen Gratis
Seluruh kebutuhan siswa—dari asrama, makan, seragam, hingga perlengkapan belajar—ditanggung negara.
Ini berbeda dengan sekolah biasa yang masih membebankan sebagian biaya kepada orang tua.
- Khusus untuk Anak Miskin dan Tidak Tercatat
Sekolah Rakyat menyasar anak dari Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk anak jalanan dan yang tidak terdata di Dapodik.
Sekolah biasa terbuka umum tanpa seleksi ekonomi.
- Fasilitas Lengkap dan Berasrama
Fasilitas di Sekolah Rakyat mencakup laboratorium, asrama, fasilitas olahraga, hingga gedung serbaguna.
Sekolah formal lain tidak semuanya memiliki fasilitas ini.
- Misi Khusus: Putus Rantai Kemiskinan
Fokus utama Sekolah Rakyat adalah membentuk agen perubahan dari kalangan miskin, bukan sekadar pencapaian akademik.
Sementara itu, sekolah biasa lebih menitikberatkan pada kelulusan dan pendidikan lanjutan.
- Seleksi Ketat Siswa dan Guru
Proses masuk Sekolah Rakyat mencakup pemeriksaan data ekonomi, tes akademik, psikotes, hingga cek kesehatan.
Guru diseleksi oleh BKN dan Kemendikdasmen, bukan oleh sekolah masing-masing.
Program ini berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial dan dibiayai penuh oleh pemerintah pusat.
Sementara sekolah biasa dijalankan oleh dinas daerah atau yayasan swasta dengan pendanaan beragam.
Dengan konsep ini, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jawaban nyata atas kesenjangan akses pendidikan dan peluang bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi terbatas untuk memperoleh masa depan lebih baik. (Lia)












