Debu dan Limbah Jadi Sorotan
Proyek normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Trenggalek, menuai protes dari warga.
Mereka menilai pengerjaan proyek ini membawa dampak langsung ke lingkungan sekitar, mulai dari debu yang mengganggu pengendara hingga limbah sedimentasi yang tercecer di jalan raya.
Pantauan lapangan, material hasil kerukan sungai dipindahkan menggunakan truk dan alat berat menuju lahan di utara Hotel Hayam Wuruk.
Proses pemindahan itu menimbulkan debu karena truk tidak menggunakan penutup terpal.
Bahkan, tanah sedimentasi juga menempel di badan Jalan Nasional III, sehingga membahayakan pengendara.
Takim, warga RT 14 RW 05 Kelurahan Kelutan, mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu.
“Pertama untuk normalisasi di Jembatan Ngasinan tepatnya di RT 14 RW 05, itu membawa dampak kepada lingkungan terdekat, karena limbah normalisasi tercecer di jalan raya dan membawa dampak debu bagi warung di sekitarnya,” ujarnya.
Takim juga menyoroti minimnya sosialisasi dari pihak pelaksana proyek.
“Masalah limbah itu tidak usah jauh-jauh buangnya dan diratakan di sebelahnya, kenapa harus dibuang ke lokasi lain dari Kelutan ke Ngantru? Masalah rambu-rambu juga belum tepat penempatannya,” sambungnya.
Warga Sebut Ada Masalah Lahan
Ahmad Adrongi, warga Ngasinan, Kelurahan Kelutan, turut menyampaikan keluhan soal lahan terdampak pengerjaan proyek normalisasi.
Menurutnya, ada ketidakjelasan kepemilikan dan pemanfaatan lahan.
“Awalnya andil itu titip di tanah milik warga. Meskipun andil itu di tengah saya bangga karena dapat dua muka, ternyata akhir-akhir ini kok dikuasai irigasi. Ya kalau gitu memang irigasi menyerobot,” ucap Ahmad.
Ia juga menambahkan bahwa tanaman milik warga terkena imbas tanpa adanya ganti rugi.
“Tidak ada sosialisasi, yang terkena tanah tanaman, kayu pisang, ndak ada ganti rugi,” tegasnya.
Belum Ada Respons Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi atas keluhan warga mengenai dampak lingkungan, persoalan lahan, dan minimnya sosialisasi dalam proyek normalisasi Sungai Ngasinan. (Lia)







