Netrawarga.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kabupaten Trenggalek sejak Minggu (15/12) sore menyebabkan banjir di sembilan desa atau kelurahan di tiga kecamatan.
Meluapnya Sungai Ngasinan memperparah situasi genangan banjir.
Wilayah Terdampak
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, mengungkapkan bahwa banjir melanda:
- Kecamatan Trenggalek: Kelurahan Tamanan, Kelurahan Kelutan, dan Desa Sambirejo.
- Kecamatan Karangan: Desa Salamrejo, Desa Sumberingin, dan Desa Buluagung.
- Kecamatan Pogalan: Desa Ngadirenggo, Desa Bendorejo, dan Desa Pogalan.
“Total warga terdampak mencapai 12.532 jiwa dari 4.311 KK,” jelas Triadi.
Langkah Tanggap Darurat
Berbagai upaya tanggap darurat telah dilakukan, termasuk:
- Evakuasi warga terdampak.
- Pendirian dapur umum.
- Distribusi makanan siap saji.
- Pembersihan material banjir.
- Pemantauan pintu-pintu air untuk mengantisipasi banjir susulan.
Bupati Trenggalek Pantau Langsung Penanganan
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, atau akrab disapa Mas Ipin, turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Saat meninjau Dusun Pucung, Kelurahan Tamanan, ia memantau kondisi Sungai Ngasinan yang mulai surut.
“Kita harus memastikan air tidak kembali meluap dan proses evakuasi berjalan cepat,” ujarnya.
Mas Ipin juga memimpin pembersihan material kayu dan rumpun bambu yang tersangkut di Jembatan Punjung menggunakan alat berat. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga keamanan struktur jembatan.
Dapur Umum dan Bantuan Makanan
Dapur umum yang dikoordinasikan oleh Dinsos PPPA Trenggalek telah menyediakan 3.000 nasi bungkus serta makanan tambahan seperti roti dan biskuit.
“Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir,” tambah Mas Ipin.
Pembersihan dan Imbauan Waspada
Di Kelurahan Kelutan, warga terdampak bersama relawan mulai membersihkan rumah dan jalan yang tertutup lumpur.
BPBD terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Januari 2025.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau situasi dan menangani dampak bencana ini secara maksimal demi keselamatan masyarakat.***












