Netrawarga.com – Kondisi bayi perempuan yang ditemukan di Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, terus menunjukkan perkembangan positif.
Saat ini, bayi tersebut masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
Kepala Ruang Matahari (Perinatologi) RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Rina Minarsih, menjelaskan bahwa perawatan bayi difokuskan pada tali pusarnya yang belum dipotong saat ditemukan.
“Kami memberikan antibiotik sejak Senin (16/12/2024), dan perawatan ini akan berlangsung selama tiga hari,” ujar Rina.
Bayi tersebut sempat mengalami muntah, tetapi kini kondisinya sudah membaik.
Berat badan bayi tercatat 3,3 kilogram, dan ia tidak menunjukkan tanda-tanda alergi saat mengonsumsi susu.
Kronologi Penemuan Bayi di Perkebunan Warga
Penemuan bayi perempuan ini menghebohkan warga Desa Ngrayung.
Sabtu (14/12/2024) sore, warga mendengar tangisan bayi yang semula dianggap suara bayi jadi-jadian.
Tangisan kembali terdengar malam harinya, namun warga tidak menindaklanjuti.
Minggu (15/12/2024) pukul 05.00 WIB, seorang pejalan kaki akhirnya menemukan bayi tersebut di dalam kardus yang ditutupi karung, dekat sumur di kebun milik almarhum Mukaram.
Saat ditemukan oleh warga, bayi berada di dalam kardus dengan ari-ari yang masih utuh.
Kepala Desa Ngrayung, Adi Santoso, menyebutkan bahwa pada Sabtu siang, warga melihat seorang pria tak dikenal mondar-mandir di sekitar kebun menggunakan sepeda motor.
Pria tersebut mengenakan helm dan masker, sehingga sulit dikenali.
“Warga tidak mengenali orang itu. Kemungkinan besar bayi ini dibuang oleh seseorang dari luar desa,” ujar Adi.
Polisi Masih Dalami Kasus Penelantaran Bayi
Kapolsek Gandusari, Iptu Katik, memastikan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus ini dengan bantuan Tim Inafis Polres Trenggalek.
Barang bukti di lokasi kejadian telah diamankan untuk proses investigasi lebih lanjut.
“Kami membawa barang bukti untuk mendalami kasus ini. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung,” jelasnya.
Setelah ditemukan, bayi tersebut sempat dirawat di Puskesmas Gandusari sebelum dirujuk ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh bayi. Namun, tali pusarnya masih utuh saat ditemukan,” pungkas Iptu Katik.
Warga berharap pelaku pembuangan bayi segera terungkap dan kasus ini menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.***












