NETRA WARGA | Trenggalek- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek melalukan penyortiran seluruh logistik Pemilu 2024, seperti surat suara dan formulir untuk didistribusikan tepat waktu hingga ke tingkat TPS.
Proses penyortiran dan pelipatan surat suara akan mulai dilakukan 1 November 2024 dan distribusi ke kecamatan dijadwalkan pada 24 hingga 26 November 2024.
Dalam artian, logistik direncanakan telah siap di lokasi pemungutan suara pada H-1 sebelum pagelaran Pemilu berlangsung.
Ketua KPU Trenggalek, Istatiin Nafiah mengungkapkan bahwa sebagian besar logistik sudah diterima dalam dua tahap di gudang logistik yang bertempat di Desa Karangan, Kecamatan Karangan.
“Untuk logistik tahap pertama, kotak suara, bilik suara, segel, tinta, dan kabel ties sudah tiba,” tuturnya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa untuk logistik yang berkaitan dengan calon, seperti surat suara Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek, sudah tiba pada 24 Oktober 2024.
Sementara itu, surat suara Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur baru diterima pada 30 Oktober lalu.
Sedangkan, formulir yang berkaitan dengan hasil pemilihan juga sedang dipastikan kelengkapannya.
Formulir C hasil Plano sudah diterima dengan kelengkapan tiga halaman per set.Akan tetapi, formulir C hasil salinan dan beberapa formulir lainnya masih dalam perjalanan.
“Kami terus berkoordinasi dengan provinsi untuk memastikan seluruh logistik tiba paling lambat pada 9 November,” katanya.
Sebagai bagian dari persiapan, KPU Trenggalek mengagendakan penyortiran dan pelipatan surat suara mulai 1 November 2024. P
roses ini dilakukan untuk memeriksa kualitas surat suara, termasuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan atau kekeliruan pada tiap-tiap lembarnya. “
Kami akan cek apakah ada surat suara yang rusak, sobek, atau terdapat tulisan yang tidak sesuai,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa distribusi ke kecamatan akan dilakukan sesuai prioritas geografis agar logistik tiba tepat waktu di TPS pada H-1.
Setelah pengecekan akhir, semua logistik akan terlebih dahulu dicek dan dipacking di gudang KPU dengan melibatkan tim dari PPK dan PPS.
Hal ini dilakukan untuk memastikan kelengkapan dan kecocokan logistik di masing-masing wilayah.
“Kami pastikan jenis dan jumlah logistik sudah sesuai sebelum didistribusikan,” pungkasnya.(Lia)












