NETRA WARGA | Trenggalek- Terletak di Polres Trenggalek, Museum Hidup R. Roestamadji menjadi satu-satunya museum yang menyimpan berbagai benda bersejarah terkait kepolisian di wilayah Trenggalek.
Museum ini tidak hanya menampilkan koleksi benda terkait sejarah kepolisian, tetapi juga menyimpan peninggalan dari masa Perang Dunia II.
Benda-benda ini memberikan gambaran tentang perjalanan sejarah dan dedikasi para pahlawan dalam menjaga keamanan negara.Museum ini dinamai sesuai nama AKP R. Roestamadji, yang merupakan Kapolres pertama Trenggalek pada periode 1956 hingga 1960.
Koleksi awal museum sebagian besar adalah benda-benda milik AKP R. Roestamadji yang disumbangkan oleh keluarganya, termasuk pakaian dinas Polri, tas kerja, dan berbagai peralatan pribadi yang mencerminkan era awal Polres Trenggalek.
Salah satu koleksi menarik yang dipamerkan adalah gembok kuningan bertuliskan “Batavia.” Menurut KBO Satreskrim Polres Trenggalek, Iptu Singgih Marsudi, gembok tersebut merupakan barang bersejarah dari tahun 1962, yang diduga kuat berasal dari peninggalan Belanda.
“Gembok ini diproduksi pada tahun 1962, bertepatan dengan berdirinya Kota Batavia. Ini merupakan salah satu bukti pengaruh Belanda di Indonesia,” jelas Iptu Singgih.
Selain gembok Batavia, terdapat koleksi imperial bayonet yang berasal dari Amerika Serikat. Bayonet ini digunakan militer Amerika pada era Perang Dunia II (1939-1945) dan kemudian diadopsi oleh Polri pada tahun 1947.
“Bayonet ini menjadi simbol kekuatan dan keteguhan dalam menjaga keamanan selama masa transisi kemerdekaan Indonesia,” tambahnya.
Museum ini juga menyimpan 32 koleksi beragam jenis, termasuk pedang, helm baja, telepon, radio, dan patung garuda. Beberapa barang di antaranya berasal dari donasi Keluarga Sembodo, yang turut berkontribusi melengkapi koleksi museum ini.
Barang-barang lainnya ditemukan dari gudang logistik Polres Trenggalek, memberikan akses ke sejarah yang sebelumnya tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum.
Pendirian museum ini digagas oleh Kombes Pol Didit Bambang Wibowo pada tahun 2019 dengan koleksi awal yang terbatas, termasuk sepeda angin, pet dinas Polri, tempat minum, dan peralatan dinas lainnya.
Namun, museum ini semakin berkembang pada masa kepemimpinan AKBP Gathut Bowo Supriyono di tahun 2024.
Dengan revitalisasi dan penambahan koleksi, museum ini kini menjadi pusat edukasi sejarah kepolisian dan pengingat bagi generasi muda akan perjuangan dan dedikasi para petugas kepolisian di Trenggalek.
Museum Hidup R. Roestamadji berharap dapat terus menambah koleksi benda bersejarah yang berkaitan dengan kepolisian di Trenggalek.
“Kami mengajak masyarakat Trenggalek yang memiliki barang-barang sejarah terkait Polres Trenggalek untuk menyumbangkannya ke museum. Kami siap menampung benda-benda tersebut untuk melengkapi koleksi dan memperkaya wawasan sejarah,” kata Iptu Singgih.
Museum ini menjadi tempat penting untuk menghormati dan mengenang sejarah perjuangan kepolisian, serta tempat belajar bagi generasi muda di Trenggalek.
Di tengah modernisasi, Museum Hidup R. Roestamadji tetap berdiri sebagai simbol penghargaan atas jasa para pahlawan dan bukti kekayaan sejarah Bumi Menak Sopal.***
Penulis: Achmad Ubaidillah
Editor: S Munawaroh












