Pelaksana Normalisasi Sungai Ngasinan Buka Suara

Pelaksana Proyek Normalisasi Sungai Ngasinan, Didik Andik Prasetya
Pelaksana Proyek Normalisasi Sungai Ngasinan, Didik Andik Prasetya

Tambah Flagman hingga Pasang Terpal di Truk

Sorotan publik terhadap proyek normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, langsung ditanggapi pihak pelaksana.

Sebelumnya, warga mengeluhkan debu yang beterbangan, lalu lintas tersendat, hingga tanaman yang terdampak akibat normalisasi Sungai Ngasinan.

Pelaksana Proyek Normalisasi Sungai Ngasinan, Didik Andik Prasetya, menegaskan pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi agar dampak negatif tidak semakin meluas.

“Terkait kendala kemarin antisipasi saya tambah flagman [pengatur lalu lintas] dan tenaga untuk membersihkan jalan yang ada lumpurnya. Kemudian untuk truk kami kasih terpal atasnya,” kata Didik.

Jalan Tak Disemprot Air, Ada Tenaga Pembersih Harian

Normalisasi Sungai Ngasinan Picu Protes Warga

Didik menjelaskan, metode pembersihan jalan tidak dilakukan dengan penyemprotan air karena berisiko membuat jalan licin.

Sebagai gantinya, pihaknya menyiapkan tenaga harian untuk menjaga kondisi jalan tetap bersih.

“Nanti untuk teknis pembersihan tanah, kalau disemprot pakai air jalannya akan licin, nanti akan kami kasih orang harian atau flagman untuk membersihkan pakai sekrup setiap keluar masuk kendaraan biar bersih jalannya,” paparnya.

Material Dialihkan ke Lahan Pemkab

Lebih lanjut, Didik menyebut bahwa seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai arahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek.

Material hasil pengerukan sungai dipindahkan ke lahan aset pemkab yang berada di sebelah utara Hotel Hayam Wuruk.

“Kurang lebih waktunya saya target sebelum akhir bulan September selesai. Ini lokasi ke tanah pemkab Trenggalek, atas permintaan pemkab,” ujarnya.

Sosialisasi dan Ganti Rugi untuk Warga

Terkait keluhan warga, Didik memastikan sosialisasi sudah dilakukan kepada pemerintah kelurahan dan instansi terkait.

Ia juga menegaskan bahwa ganti rugi tanaman warga yang terdampak sudah diselesaikan.

“Sosialisasi ke lurah sudah, dan instansi terkait. Ganti rugi pohon yang terkena dampak sudah semua,” tegas Didik.