Netrawarga.com – Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya serangkaian bencana alam yang melanda hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
Kejadian-kejadian tersebut menjadi sorotan utama bagi Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin saat berkunjung ke Kecamatan Panggul pada Rabu (4/12).
Mas Ipin juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada menghadapi musim hujan yang ekstrem ini.
“Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, kita semua harus berhati-hati, terutama yang tinggal di lereng-lereng bukit,” ujar Arifin ketika menyoroti kondisi geografi Kabupaten Trenggalek yang rawan longsor dan pergerakan tanah.
Dengan kemiringan tanah yang cukup tajam, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di daerah perbukitan.
Mas Ipin menekankan pentingnya pengelolaan kawasan hutan yang bijak. “Hutan itu harus dijaga, jangan diubah begitu saja menjadi lahan tegalan atau dibabat untuk pengambilan batu secara ilegal,” katanya.
Mas Ipin menambahkan, jika ada lahan hutan yang berubah fungsi, itu bisa memperburuk kerusakan alam dan memperburuk kerawanan bencana.
Pada kesempatan itu, Bupati juga memastikan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan dinas teknis untuk memastikan semua yang terdampak bencana mendapat perhatian.
“Yang terpenting saat ini adalah meringankan beban masyarakat yang terdampak dan memastikan pemulihan infrastruktur berjalan cepat. Tentu saja, ini memerlukan biaya yang tidak sedikit,” ungkapnya.
Dalam proses pemulihan, Mas Ipin mengakui kesulitan yang dihadapi, terutama dalam hal pendanaan saat menangani dampak bencana.
“Bahkan pembangunan infrastruktur yang belum sepenuhnya terbangun saja sudah membutuhkan biaya besar, apalagi yang sudah rusak akibat longsor seperti ini. Kita harus mencari cara untuk mempercepat pemulihan,” tambahnya.
Camat Panggul, Darmujiadi, yang mendampingi Bupati Trenggalek dalam peninjauan tersebut, menjelaskan bahwa kejadian bencana ini terjadi beruntun akibat intensitas hujan yang tinggi setelah Pilkada.
Mulai 27 atau 28 November hingga 1 Desember, hujan deras menyebabkan tanah longsor, banjir, dan pergeseran tanah serta abrasi sungai.
Sebagai bentuk solidaritas, Bupati Trenggalek juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana dan memberikan buku tulis kepada siswa-siswa di SD yang terimbas longsor di Kecamatan Panggul.***












