Netrawarga.com- Menjelang digelarnya Pilkada 2024 di Trenggalek, sejumlah personel siap diterjunkan untuk menjaga keamanan.
Bahkan, dikabarkan terdapat ribuan personel yang telah siap untuk terjun mengamankan jalannya Pilkada 2024 di Trenggalek.
Untuk menjamin keamanan dalam kelangsungan Pilkada 2024 di Trenggalek, pihak kepolisian telah menyiapkan serangkaian pola keamanan.
Pihak Polres Trenggalek diketahui juga telah melakukan pengamanan pada serangkaian kegiatan sebelum Pilkada 2024 berlangsung.
“Surat suara Pilbup dan Pilgub sudah masuk di Gudang KPU dan kami lakukan pengamanan dan penjagaan. Kemudian kami juga melakukan pengamanan kegiatan kampanye oleh masing-masing pasangan calon. Termasuk debat publik di Surabaya,” ungkap Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta.
Sementara itu, membincangkan tingkat kerawanan pada pemungutan suara, secara lebih lanjut ia mewaspadai hal-hal yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan jarak tempuh dari TPS ke PPK.
Sedangkan, kerawanan lain yang perlu mendapat perhatian lebih diantaranya adalah minimnya partisipasi masyarakat dan adanya money politic.
Di sisi lain, kerawanan lainnya berupa masyarakat yang tidak menerima hasil rekapitulasi dan ketidaknetralan penyelenggara juga wajib diwaspadai.
Selain itu, adanya ajakan atau upaya menghalang-halangi seseorang untuk menggunakan hak pilihnya juga perlu mendapatkan atensi.
“Untuk Komposisi personel yang kita libatkan adalah 4.036 personel. Terdiri dari 217 personel dari TNI, 558 personel Polri, 90 personel satpol PP dan 3.281 personel Linmas,” jelas AKBP Indra.
Dari keseluruhan personel tersebut terbagi dalam beberapa ring. Ring 1 berada di dalam area TPS yakni petugas TPS, Linmas dan saksi.
Sedangkan, Ring 2 berada diluar area TPS yang beranggotakan tiga pilar yakni TNI, Polri dan Linmas.
Petugas di Ring 2 hanya dapat masuk kedalam Ring 1 atas permintaan panitia.
Lalu, Ring 3 adalah patroli Dalmas Rayon Polsek jajaran.
“Ring 4 adalah Power on Hand Kapolres, tim pemukul yang hanya bisa digerakkan oleh Kapolres. Menyesuaikan situasi dan kondisi,” tegas AKBP Indra.
AKBP Indra juga menambahkan bahwa berdasarkan analisis data pada Pilkada sebelumnya, tingkat partisipasi publik rata-rata mencapai 68,08 persen.
Sementara, dari pihak KPU menargetkan partisipasi berada di angka 75 persen pada Pilkada tahun ini.
“Untuk mencapai tersebut, harapan saya, harus bisa berkomunikasi, koordinasi dan kolaborasi. Fokopimda berperan aktif untuk mendorong masyarakat agar datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya,” tutup AKBP Indra. (Lia)












