Netrawarga.com – Menjelang Pilkada 2024 pendidikan terkait toleransi dan menjaga kerukunan perlu untuk digaungkan.
Pendidikan toleransi dalam menyambut Pilkada 2024 harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PKB Dapil VII, Laili Abidah, menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai toleransi kepada anak-anak, terutama menjelang Pilkada 2024.
Menurut Laili, Pilkada adalah momen penting bagi bangsa Indonesia dalam melatih anak untuk lebih melek politik.
“Pendidikan toleransi pada anak saat menghadapi Pilkada 2024 dapat membantu mereka melihat berbagai referensi politik, sehingga menjadi lebih sadar secara politik dengan tetap memegang nilai-nilai toleransi,” ujar Laili dalam Sarasehan Membangun Kerukunan dan Toleransi Keberagaman dalam Pilkada 2024.
Orang tua juga diimbau untuk turut menciptakan suasana yang kondusif, humanis, dan harmonis selama proses demokrasi berlangsung.
Hal ini penting agar anak tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas di masa depan tetapi juga mampu memahami perbedaan sebagai bagian dari demokrasi.
Namun, Laili juga mengingatkan tantangan besar yang dihadapi masyarakat menjelang Pilkada 2024, terutama dengan semakin maraknya berita hoax dan ujaran kebencian yang menyebar cepat di ruang media.
“Ruang media memang sulit untuk dibatasi, tetapi yang harus ditangani adalah hoax atau berita tidak benar yang sering muncul menjelang Pilkada,” jelasnya.
Verifikasi informasi melalui media yang netral dan terpercaya menjadi langkah utama dalam menangkal hoax.
Selain itu, masyarakat perlu diedukasi bahwa politik bukanlah sesuatu yang menyeramkan, meskipun di dalamnya sering terjadi kritik dan perdebatan.
“Ujaran kebencian yang muncul di momen-momen politik harus diantisipasi dengan menyampaikan pesan damai. Toleransi tidak hanya menjaga kerukunan, tetapi juga mendukung berlangsungnya Pilkada secara aman dan demokratis,” tambah Laili.
Melalui pendidikan toleransi sejak dini, diharapkan masyarakat dapat menjalani proses Pilkada 2024 dengan lebih tenang, menghormati perbedaan, dan memperkuat kerukunan dalam keberagaman.***












