Laili Abidah Tekankan Pentingnya Kondusivitas dan Toleransi dalam Pilkada 2024

Laili Abidah saat menekankan pentingnya kondusivitas dan toleransi saat Pilkada 2024.

Netrawarga.com – Kondusivitas menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung kesuksesan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

Kondisi yang aman, tertib, dan sesuai aturan menjadi prioritas dalam menciptakan suasana yang mendukung berlangsungnya pesta demokrasi, yakni Pilkada 2024.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PKB Dapil VII, Laili Abidah, menekankan pentingnya menciptakan situasi yang kondusif selama proses Pilkada 2024 berlangsung.

“Kami ingin memastikan Pilkada 2024 berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Dalam konteks Pilkada, toleransi juga menjadi kunci utama untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah perbedaan pilihan politik. Laili menegaskan bahwa toleransi membantu mencegah konflik dan memperkuat persatuan di masyarakat.

“Toleransi sangat penting untuk mencegah konflik dan menjaga keharmonisan sosial, terutama menjelang Pilkada. Dengan sikap saling menghormati, kita bisa memperkuat persatuan meskipun berbeda pilihan politik,” katanya.

Namun, di tengah upaya menciptakan Pilkada yang damai, media sosial menjadi tantangan besar.

Pengaruh media sosial, terutama dalam penyebaran informasi palsu atau hoaks, bisa memicu polarisasi masyarakat dan merusak integritas pemilu.

“Media sosial memiliki dampak besar pada Pilkada. Hoaks dan kampanye hitam berpotensi merusak integritas pemilu. Karena itu, edukasi politik dan pemantauan media sosial harus ditingkatkan,” jelas Laili.

Untuk menghadapi tantangan ini, Laili mendorong adanya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk masyarakat, tokoh lokal, dan komunitas digital, untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

“Dengan kolaborasi antara masyarakat, tokoh lokal, dan komunitas digital, kita bisa mewujudkan Pilkada yang damai dan bermartabat,” tambahnya.

Laili juga menyoroti pentingnya literasi demokrasi, politik, dan digital untuk membekali masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi Pilkada.

Kampanye Pilkada Damai menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya ini. “Kampanye Pilkada Damai ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan literasi demokrasi, politik, dan digital di masyarakat, sehingga mereka lebih siap menghadapi pemilu,” ungkap Laili.***