Dinkes Kota Blitar Catat 132 Kasus Kanker Serviks Sepanjang 2025

Dinkes Kota Blitar Catat 132 Kasus Kanker Serviks
Dinkes Kota Blitar Catat 132 Kasus Kanker Serviks

BLITAR | NETRA WARGA – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini kanker serviks di masyarakat.

Upaya ini dilakukan menyusul temuan 132 kasus kanker serviks yang telah ditangani fasilitas kesehatan sepanjang tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dharma Setiawan, menjelaskan bahwa dari total kasus tersebut, 19 pasien merupakan warga Kota Blitar dengan rentang usia antara 45 hingga 54 tahun.

Sebagian besar kasus yang ditemukan sudah berada dalam stadium lanjut dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit rujukan.

“Kita harus aware, karena 60–70 persen kasus ditemukan pada stadium lanjut. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk melakukan deteksi dini masih sangat rendah, sehingga saat ini sedang kami upayakan agar dapat ditingkatkan bersama,” ujar Dharma.

Kasus Ditemukan di Stadium Lanjut

Dharma menjelaskan bahwa kanker serviks merupakan kanker yang menyerang leher rahim (serviks) akibat infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe 16 dan 18.

Penyakit ini dikenal berbahaya karena tidak menimbulkan gejala pada stadium awal, sehingga banyak pasien baru terdeteksi setelah kondisinya parah.

“Kanker serviks adalah silent killer. Gejalanya sering tidak disadari sampai masuk stadium lanjut,” jelasnya.

Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi tenaga kesehatan di Kota Blitar. Minimnya kesadaran melakukan pemeriksaan dini membuat angka kasus meningkat dari tahun ke tahun.

Skrining Gratis dan Imunisasi HPV untuk Remaja Putri

Untuk menekan angka kasus baru, Dinkes Kota Blitar melaksanakan berbagai program pencegahan dan deteksi dini.

Mulai dari skrining gratis bagi masyarakat umum, hingga imunisasi kejar HPV bagi remaja putri di sekolah-sekolah.

“Sebagai langkah antisipasi kami mengajak seluruh perempuan di Kota Blitar untuk segera memanfaatkan layanan skrining dan deteksi dini, termasuk pemeriksaan IVA dan PAP Smear yang kami sediakan gratis di puskesmas tanpa harus menunggu adanya gejala,” papar Dharma.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan reproduksi, karena semakin cepat deteksi dilakukan, semakin besar peluang sembuh dan penanganan medis dapat dilakukan secara optimal.

Selain melalui layanan skrining, Dinkes Kota Blitar juga terus menggandeng organisasi perempuan, PKK, dan sekolah-sekolah untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi.

Upaya edukasi dilakukan melalui penyuluhan, seminar, serta kampanye digital bertema “Cegah Kanker Serviks Sejak Dini”.