Dinkes Trenggalek Fokus Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pelajar

Dinkes Trenggalek Fokus Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pelajar
Dinkes Trenggalek Fokus Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pelajar

Netra Warga – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkesdalduk KB) Kabupaten Trenggalek menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar.

Layanan ini mencakup pemeriksaan menyeluruh, mulai dari ujung rambut hingga kaki, meliputi kesehatan mata, telinga, gigi, mulut, kulit, hingga kondisi psikologis.

Kepala Bidang Upaya Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Masyarakat Dinkesdalduk KB Trenggalek, Sulastri, menjelaskan pemeriksaan pertama difokuskan pada mata, termasuk deteksi ketajaman penglihatan.

Jika ditemukan kelainan, siswa akan dirujuk ke fasilitas kesehatan setempat atau optik yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Kalau ada kelainan, gabungan optik akan mendetailkan apakah perlu dikoreksi dengan kacamata, dan akan dibantu,” ujar Sulastri, Selasa (16/9/2025).

Fokus Pemeriksaan Gigi dan Kesehatan Mulut

Fokus Pemeriksaan Gigi dan Kesehatan Mulut

Selain mata, pemeriksaan juga menyasar telinga dengan tes daya dengar, kesehatan hidung, gigi dan mulut, hingga leher dan jantung.

Pada gigi, perhatian diarahkan pada pencegahan karies.

Jika ditemukan gigi berlubang, pelajar akan mendapat rujukan ke puskesmas untuk penambalan.

“Harapannya anak usia sekolah giginya sehat, jadi kalau ada karies nanti diedukasi dan diarahkan untuk ditambal di puskesmas,” jelasnya.

Sulastri menegaskan, karies gigi menjadi keluhan terbanyak yang ditemukan pada pelajar.

Menurutnya, masalah gigi bahkan telah menjadi isu kesehatan nasional.

“Menteri Kesehatan juga pernah menyampaikan masalah gigi ini masalah nasional. Sering dianggap sepele, padahal bisa mengganggu gizi anak dan aktivitas belajar,” tandasnya.

Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Tidak hanya fisik, pemeriksaan juga meliputi aspek psikologis.

Guru, orang tua, dan pengasuh dilibatkan untuk mendeteksi tanda-tanda kecemasan, depresi, atau gangguan psikologis lain pada anak.

“Kalau misalnya anak yang biasanya ceria jadi murung, itu bisa jadi ada tanda masalah psikologis. Kami punya tim yang kompeten melakukan konseling, tentu dengan dukungan guru dan orang tua,” ujar Sulastri.

Ia berharap program pemeriksaan kesehatan menyeluruh ini dapat membantu deteksi dini masalah kesehatan pelajar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kesehatan sejak usia sekolah.