Bupati Trenggalek Pertimbangkan Pembekuan Kegiatan Pencak Silat Usai Kericuhan di Polsek Watulimo

Bupati Trenggalek Pertimbangkan Pembekuan Kegiatan Pencak Silat Usai Kericuhan di Polsek Watulimo
Bupati Trenggalek Pertimbangkan Pembekuan Kegiatan Pencak Silat Usai Kericuhan di Polsek Watulimo

Netrawarga.com – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, memberikan tanggapan tegas terkait insiden perusakan Mapolsek Watulimo oleh massa perguruan pencak silat pada Senin malam (20/1).

Pria yang akrab disapa Mas Ipin itu mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengkaji kebijakan untuk membekukan sementara kegiatan pencak silat di wilayahnya.

“Saat ini kami sedang mengkaji untuk membekukan sementara kegiatan pencak silat,” ujarnya, Kamis (23/1).

Menurut Mas Ipin, perguruan pencak silat seharusnya menjunjung tinggi nilai akhlak dan karakter seorang pendekar.

Jika terjadi konflik, penyelesaiannya harus dilakukan secara kesatria, bukan dengan tindakan anarkis. “Jika memang ada ketegangan, bisa diselesaikan secara kesatria,” tuturnya.

Namun, ia menegaskan bahwa tindakan seperti perusakan aset pemerintah dan membahayakan nyawa orang lain tidak bisa ditoleransi.

“Saya rasa hukum sudah berjalan. Tinggal dari sisi pemerintahan, apakah izin kegiatan kami bekukan sementara atau seperti apa,” tandasnya.

Pengerusakan Polsek Watulimo oleh Anggota Pencak Silat

Ketua PC Pagar Nusa Trenggalek Tegaskan Tidak Terlibat Kasus Penyerangan Polsek Watulimo

Pada Senin malam (20/1), ratusan massa dari perguruan pencak silat mendatangi Mapolsek Watulimo.

Mereka menuntut pembebasan salah satu anggota perguruan yang ditangkap atas kasus dugaan penganiayaan.

Namun, massa mulai bertindak anarkis dengan melempari batu ke arah kantor polisi. Aksi tersebut menyebabkan kerusakan pada kaca jendela, genting, dan pagar Mapolsek Watulimo. Selain kerusakan fisik, tiga anggota polisi mengalami luka akibat terkena lemparan batu.

Polda Jawa Timur saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengusut kasus perusakan tersebut.

Delapan tersangka telah berhasil ditangkap, sementara proses penegakan hukum terus berlanjut. Langkah tegas yang tengah dipertimbangkan oleh Pemkab Trenggalek diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjaga kondusivitas wilayah. ***