Pentingnya Edukasi Seks, Dinkes Trenggalek: Lakukan Sejak Dini untuk Cegah Kekerasan Seksual pada Anak

Dinkes Trenggalek Tegaskan Pentingnya Edukasi Seks
Dinkes Trenggalek Tegaskan Pentingnya Edukasi Seks

Netrawarga.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek menekankan urgensi edukasi seks bagi anak-anak sejak usia dini.

Edukasi seks ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan dari kekerasan seksual yang semakin memprihatinkan.

Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, dr. Sunarto, mengingatkan bahwa topik seputar seksualitas tak seharusnya dianggap tabu, terutama dalam lingkungan keluarga.

Ia menilai, edukasi seks yang dimulai dari rumah justru menjadi langkah awal yang efektif dalam menciptakan perlindungan jangka panjang bagi anak.

“Ciptakan suasana yang aman dan nyaman agar anak merasa bebas berbicara tentang apapun, termasuk jika mengalami hal tidak menyenangkan,” ujar Sunarto.

Menurutnya, peran orang tua sangat sentral dalam memperkenalkan edukasi seks.

Tidak hanya memberi pemahaman tentang bagian tubuh pribadi, tapi juga mengajarkan batasan sentuhan serta memberi contoh interaksi yang sehat secara sosial maupun seksual.

Sunarto menjelaskan, metode edukasi ini harus disesuaikan dengan usia anak.

Untuk kelompok usia 0–5 tahun, anak perlu dikenalkan pada bagian tubuh dan perilaku sopan di ruang publik.

Sementara itu, anak usia 6–18 tahun membutuhkan pemahaman lebih dalam mengenai pubertas, kesehatan reproduksi, hingga relasi yang sehat dan saling menghargai.

“Pendidikan seksual adalah tanggung jawab bersama, mulai dari orang tua, guru, lintas sektor seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga lingkungan sekitar anak,” tambahnya.

Ia juga mendorong agar orang tua lebih aktif melibatkan anak dalam pengambilan keputusan tentang keselamatan pribadi serta lebih bijak dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital.

Pendampingan dari tenaga profesional juga disarankan, terutama jika anak memerlukan konseling atau pemulihan trauma.

Sebagai bentuk komitmen, Dinkes Trenggalek menjalankan berbagai program edukatif dan preventif.

Program itu di antaranya pelatihan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di 22 Puskesmas, program Aksi Bergizi, Posyandu Remaja, pelatihan kader kesehatan remaja, serta pengaktifan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK/R).

Dinas juga turut menggelar kegiatan penjaringan kesehatan anak usia sekolah, program Manajemen Terpadu Pelayanan Kesehatan Remaja (MTPKR), serta mendukung program Sekolah Sehat dan Germas D’LILA.

“Edukasi seksual ini bukan hanya tanggung jawab orang tua. Sekolah dan lingkungan juga harus ikut andil,” tegas dr. Sunarto.

Upaya ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam membekali generasi muda agar mampu mengenali bentuk kekerasan seksual, memahami hak atas tubuhnya sendiri, serta memiliki keberanian untuk melapor jika menjadi korban. (Lia)