Dua Ketua Perguruan Silat Bertemu Kapolres Trenggalek Usai Insiden Watulimo

Kapolres Trenggalek Gelar Pertemuan dengan Dua Ketua Perguruan Silat Usai Insiden Watulimo
Kapolres Trenggalek Gelar Pertemuan dengan Dua Ketua Perguruan Silat Usai Insiden Watulimo

Netrawarga.com – Pasca insiden penyerangan di Polsek Watulimo, Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta menggelar pertemuan dengan pimpinan perguruan silat Pagar Nusa (PN) dan IKSPI Kera Sakti.

Dalam pertemuan tersebut, kedua perguruan silat ini menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Kami sudah bertemu dengan pimpinan kedua organisasi. Alhamdulillah, respons mereka sangat positif dan mendukung langkah penegakan hukum yang kami lakukan,” ujar Indra.

Kapolres juga mengimbau agar masing-masing organisasi membantu meredam anggotanya agar tidak terlibat dalam aksi anarkisme.

Penangkapan Anggota Perguruan Silat

Pagar Nusa Tegaskan Tidak Ada Pengorganisasian dalam Insiden Kerusuhan di Polsek Watulimo

Tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dan Polres Trenggalek berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam insiden perusakan Polsek Watulimo.

Delapan orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Jatim.

“Salah satu di antara sembilan orang yang diamankan diduga sebagai aktor intelektual atau otak penggerak massa,” ungkap Indra.

Kapolres menjelaskan bahwa para pelaku memiliki peran yang beragam, mulai dari provokator, penghasut massa, hingga melakukan pelemparan batu yang menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas Polsek.

“Kasus ini masih dalam tahap pengembangan, dan kami tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang terlibat,” tambahnya.

Situasi Aman dan Kondusif

Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta

Meski situasi di Kabupaten Trenggalek saat ini telah dinyatakan aman dan kondusif, sejumlah personel Brimob Polda Jawa Timur masih disiagakan di kawasan Watulimo dan beberapa titik rawan lainnya.

“Meskipun kondisi telah kondusif, kami tetap waspada. Patroli rutin terus dilakukan untuk memastikan keamanan dan mencegah kejadian serupa terulang,” kata Indra.

Untuk meredam gejolak, pihak kepolisian menjalin komunikasi intensif dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan perguruan silat.

Pendekatan ini bertujuan untuk mengimbau para pesilat agar menjaga keamanan dan ketertiban di Trenggalek.

“Kami bekerja sama dengan tokoh agama, masyarakat, dan pimpinan perguruan silat untuk menjaga situasi tetap kondusif,” tutupnya.***