NETRA WARGA – Penyelenggara event Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam rangka Hari Jadi Trenggalek ke-831, One Rich Vision, melayangkan protes keras kepada PLN Trenggalek.
Pasalnya, tagihan listrik yang diterima One Rich Vision sempat membengkak hampir dua kali lipat dari perhitungan normal.
Koordinator Lapangan Event Ekraf, Rofiek Susilo, menjelaskan pihaknya terkejut ketika mendapat tagihan awal dari PLN mencapai Rp 29 juta.
Padahal, ia beranggapan jika didasarkan pada perhitungan normal biaya seharusnya sekitar Rp 16 juta.
“Saya sempat kaget, karena ketika tagihan keluar nilainya hampir tiga kali lipat dari sebelumnya,” tutur Rofiek, Rabu (3/9/2025).
Rofiek menuturkan sempat terjadi adu argumen dengan petugas PLN karena merasa besaran tagihan tidak wajar.
Ia bahkan menolak membayar hingga akhirnya petugas PLN menghubungi kembali dan mengakui ada kesalahan pencatatan meteran.
“Namun setelah saya pergi, salah satu pegawai PLN menghubungi dan bilang ada kesalahan penghitungan di meteran,” jelasnya.
Menurut Rofiek, kesalahan tersebut terjadi karena angka 1553 salah dicatat menjadi 7553.
Akibatnya, tagihan awal melonjak hingga Rp29 juta, sebelum kemudian dikoreksi menjadi Rp16 juta.
“Tagihan berkurang hampir Rp13 juta. Saya merasa dipermainkan soal ini, PLN harus melakukan evaluasi sistem pencatatan meter,” tegasnya.
Rofiek menilai kesalahan pencatatan oleh ini PLN sangat merugikan konsumen.
“Jika kami tidak teliti, bisa saja terjebak untuk membayar tagihan yang tidak sesuai,” ujarnya.
Ia berharap PLN segera melakukan evaluasi sistem pencatatan meter serta meminta maaf secara terbuka.
Meski begitu, pihak One Rich Vision memastikan tetap akan membayar tagihan sesuai pemakaian nyata.
“Kami akan tetap melaksanakan kewajiban, tapi akan terus bersuara bila ada praktik merugikan konsumen lagi ke depan,” pungkas Rofiek.








