Netrawarga.com – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan menjadi tantangan tersendiri bagi penderita kolesterol tinggi.
Banyak yang tanpa sadar “balas dendam” saat berbuka, menyantap berbagai hidangan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi kesehatan.
Padahal, pola makan yang tidak terkontrol bisa memperburuk kadar kolesterol dalam tubuh.
Pendapat Ahli Gizi tentang Kolesterol
Ahli gizi dari Universitas Airlangga (Unair), Stefania Widya Setyaningtyas, menekankan pentingnya mengelola asupan makanan selama berpuasa agar kadar kolesterol tetap stabil.
Salah satu yang perlu diperhatikan adalah jenis makanan yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur.
“Di Indonesia, menu berbuka biasanya beragam, tapi cenderung didominasi makanan manis, bersantan, dan berminyak. Ini sebaiknya dihindari bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi,” ujar Stefania, dikutip dari situs resmi Unair (6/3).
Selain itu, konsumsi gula berlebih juga perlu dibatasi. Stefania menjelaskan bahwa gula berlebih akan diubah tubuh menjadi lemak darah, yang bisa berkontribusi pada peningkatan kadar kolesterol.
“Yang perlu dibatasi adalah makanan sumber kolesterol, terutama dari lauk hewani seperti susu, daging merah, dan jeroan. Sebaiknya, pilih menu berbuka dengan kadar kolesterol rendah, seperti daging putih,” tambahnya.
Lemak Baik vs Lemak Jahat

Bukan hanya makanan, pemilihan minuman juga harus diperhatikan. Stefania menyarankan menghindari minuman berbasis hewani serta mengontrol asupan lemak.
“Lemak itu ada yang baik dan ada yang jahat. Lemak baik, seperti lemak tak jenuh, omega, serta minyak yang tidak dipanaskan, justru bisa membantu menurunkan kadar kolesterol,” jelasnya.
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik dan istirahat yang cukup juga berperan dalam menjaga kadar kolesterol tetap stabil selama berpuasa.
Atur Pola Makan, Hindari Dehidrasi
Menjaga tubuh tetap bugar selama puasa tidak hanya bergantung pada apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana pola makan diatur.
Stefania menekankan pentingnya keseimbangan dalam setiap porsi makan.
“Pastikan kebutuhan tubuh terpenuhi dengan makanan yang beragam dan seimbang. Jangan hanya fokus pada satu jenis makanan dalam porsi berlebihan, seperti terlalu banyak nasi tetapi kurang lauk,” katanya.
Ia juga menyarankan menggunakan piring makan sebagai panduan, di mana dalam satu piring harus terdapat karbohidrat, protein, dan mineral.
Untuk mencegah dehidrasi, Stefania mengingatkan agar tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan konsumsi delapan gelas air per hari, yang dibagi menjadi:
- 2 gelas setelah berbuka,
- 2 gelas sebelum tarawih,
- 2 gelas saat malam,
- 2 gelas saat sahur.
Dengan pola makan yang seimbang, asupan lemak yang terkontrol, serta cukup cairan dan istirahat, penderita kolesterol tinggi tetap bisa menjalani puasa dengan sehat dan nyaman.












