Netrawarga.com – Mengetahui sejarah diturunkannya Al-Qur’an merupakan salah satu ilmu penting bagi umat Islam.
Dengan memahaminya, kita dapat mengetahui waktu turunnya, proses pewahyuan, serta peran Nabi Muhammad saw dalam menerima dan menyebarkan firman Allah.
Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai pedoman hidup bagi umat Islam.
Kitab ini menjadi mukjizat terbesar bagi beliau, melampaui kitab-kitab suci sebelumnya, seperti Taurat, Injil, dan Zabur.
Proses Nuzulul Qur’an

Dalam kitab tafsirnya, Syekh Muhammad Sayyid At-Thanthawi menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui beberapa tahap.
Pertama, Allah menurunkan wahyu dari Lauh Mahfudz ke langit dunia secara keseluruhan.
Selanjutnya, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu tersebut kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap sesuai kebutuhan umat Islam.
Wahyu ini bisa berupa hukum, jawaban atas suatu peristiwa, perintah, larangan, atau kisah umat terdahulu. (Tafsir Al-Wasith lil Qur’anil Azhim, [Mesir, Daru Nahdlah: 1997], juz I, halaman 454).
Menurut Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H), wahyu pertama turun dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW pada malam Senin, bertepatan dengan tanggal 17 atau 24 Ramadhan.
Dalam kitabnya, ia menuliskan:
“Permulaan wahyu kepada Rasulullah saw terjadi pada hari Senin, di malam ketujuh belas bulan Ramadhan. Ada pula yang menyebutkan tanggal 24 Ramadhan.” (Al-Bidayah wan Nihayah, [Beirut, Darul Fikr], juz III, halaman 11).
Dengan merujuk pendapat Imam Ibnu Katsir, tidak heran jika umat Islam di Indonesia dan berbagai negara memperingati Nuzulul Qur’an pada malam 17 Ramadhan.
Kitab-Kitab Suci yang Diturunkan di Bulan Ramadhan
Selain Al-Qur’an, kitab suci lainnya juga diturunkan di bulan Ramadhan. Berdasarkan riwayat Imam At-Thabrani dan Al-Baihaqi, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Mushaf Nabi Ibrahim as diturunkan pada malam pertama Ramadhan. Taurat diturunkan pada hari keenam. Injil pada hari ke-13. Zabur pada hari ke-18. Sedangkan Al-Qur’an diturunkan pada tanggal 24 Ramadhan.” (HR At-Thabrani dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman).
Sebagian ulama berpendapat bahwa Nuzulul Qur’an bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam surat Al-Qadr:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al-Qadr: 1-3).
Mengapa Al-Qur’an Diturunkan di Malam Lailatul Qadar?
Syekh Syihabuddin Al-Husaini Al-Alusi menjelaskan bahwa pemilihan malam Lailatul Qadar untuk Nuzulul Qur’an menunjukkan kemuliaannya.
Al-Qur’an yang agung diturunkan melalui malaikat yang mulia, diberikan kepada Rasul yang mulia, untuk umat yang juga dimuliakan oleh Allah. Dalam kitabnya disebutkan:
“Al-Qur’an yang memiliki kemuliaan diturunkan pada malam istimewa, melalui malaikat yang mulia, untuk diberikan kepada rasul yang mulia, demi umat yang juga memiliki kemuliaan.” (Ruhul Ma’ani fi Tafsiril Qur’anil Azhim, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: 1415 H], juz XVI, halaman 60).
Oleh karena itu, bulan Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an. Pada bulan ini, ayat pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, kitab-kitab suci sebelumnya juga diturunkan dalam bulan yang sama.
Hal ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.***












