Damkar Trenggalek Catat 85 Kejadian Kebakaran Sepanjang 2024

Damkar Trenggalek Catat 85 Kejadian Kebakaran Sepanjang 2024
Damkar Trenggalek Catat 85 Kejadian Kebakaran Sepanjang 2024

Netrawarga.com – Sepanjang tahun 2024, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek mencatat sebanyak 85 kejadian kebakaran.

Kepala Seksi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran, Burhannudin, menyebutkan bahwa Kecamatan Trenggalek menjadi wilayah dengan insiden kebakaran terbanyak.

“Kami mencatat data berdasarkan laporan kebakaran yang masuk serta penanganan petugas damkar,” ujar Burhan, Selasa (24/12/2024).

Distribusi Kejadian Kebakaran Berdasarkan Wilayah

Dari 84 kejadian kebakaran, Kecamatan Trenggalek mencatat jumlah tertinggi dengan 26 kejadian. Berikutnya adalah Kecamatan Pogalan (10 kejadian), Watulimo (9 kejadian), Panggul (8 kejadian), dan Karangan (8 kejadian).

Sementara itu, Kecamatan Durenan mencatat 6 kejadian, Pule (5 kejadian), Gandusari (4 kejadian), Dongko, Tugu, dan Munjungan masing-masing 2 kejadian, serta Bendungan, Kampak, dan Suruh masing-masing 1 kejadian.

Rincian Kejadian Berdasarkan Bulan

Oktober menjadi bulan dengan kejadian kebakaran terbanyak, mencapai 17 kasus. Diikuti oleh September (14 kejadian), Agustus (11 kejadian).

Kemudian, Januari (7 kejadian), Februari (6 kejadian), Mei (6 kejadian), Juni (6 kejadian), dan November (6 kejadian).

Sementara itu, Desember terdapat 3 kejadian serta pada bulan Maret dan April masing-masing mencatat 2 kejadian.

Penyebab dan Objek yang Terbakar

Menurut Burhan, penyebab kebakaran terbanyak adalah kelalaian manusia, dengan 55 kejadian. Korsleting listrik menyusul dengan 27 kejadian, dan tabung gas bocor sebanyak 3 kejadian.

Untuk objek yang terbakar, rumah menjadi yang paling banyak terdampak dengan 27 kasus, diikuti tempat usaha (15 kasus), hutan dan lahan (13 kasus), pohon (10 kasus), kandang (8 kasus), kendaraan (6 kasus), kabel (5 kasus), dan kantor (1 kasus).

Kerugian dan Imbauan

Dari seluruh kejadian kebakaran, tercatat lima korban serta kerugian material mencapai Rp2.530.850.000.

Burhan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait kelalaian manusia dan pembakaran sampah.

“Jika terpaksa membakar sampah, hindari melakukannya saat angin kencang, jangan meninggalkan bara api yang masih menyala, serta jauhkan lokasi pembakaran dari barang-barang mudah terbakar,” ujarnya.

Dengan langkah antisipasi yang tepat, diharapkan kejadian kebakaran dapat diminimalisir ke depannya.***