Budaya  

Ekskavasi Situs Gondang Terancam Mangkrak Akibat Minim Anggaran Meski Sudah 75 Persen

Ekskavasi Situs Gondang Terancam Mangkrak Akibat Minim Anggaran Meski Sudah 75 Persen
Ekskavasi Situs Gondang Terancam Mangkrak Akibat Minim Anggaran Meski Sudah 75 Persen

Netrawarga.com – Keberlanjutan ekskavasi Situs Gondang di Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, semakin memprihatinkan.

Setelah ekskavasi terakhir dilakukan pada tahun 2023, hingga kini tidak ada tindak lanjut yang signifikan karena terkendala minimnya anggaran.

Padahal, Situs Gondang ini menyimpan potensi besar untuk mengungkap warisan sejarah dan budaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto, menyatakan pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XI Jawa Timur untuk mendapatkan dukungan.

Namun, keterbatasan anggaran di tingkat daerah dan pusat menjadi hambatan utama dalam kelanjutan ekskavasi Situs Gondang.

“Koordinasi dengan BPK XI Jawa Timur terus kami lakukan untuk melanjutkan ekskavasi Situs Gondang. Namun, mereka juga menghadapi keterbatasan anggaran,” kata Sunyoto dalam keterangannya kepada awak media.

Ekskavasi Situs Gondang Terhenti di 75 Persen

Hingga kini, progres ekskavasi sudah mencapai 75 persen. Sunyoto optimistis sisa 25 persen yang belum tergali dapat memberikan petunjuk penting.

Petunjuk yang dimaksud oleh Sunyoto adalah status dari Situs Gondang ini apakah berfungsi sebagai candi induk atau perwara.

“Masih ada satu sudut yang belum digali. Sayangnya, kami belum dapat memperluas area ekskavasi karena kendala anggaran. Kami sangat memerlukan pendampingan lebih lanjut dari BPK Jawa Timur,” jelas Sunyoto.

Temuan Artefak Berharga di Situs Gondang

Proses Ekskavasi Situs Gondang

Ekskavasi Situs Gondang pada tahun 2023 telah mengungkap sejumlah artefak berharga, termasuk tiga arca relief dan dua hiasan atap bangunan dalam kondisi utuh.

Hingga kini, total 15 arca ditemukan dengan tinggi rata-rata 33–38 cm, menyerupai artefak dari Candi Gunung Gangsir, Pasuruan.

Namun, belum ada prasasti yang ditemukan untuk memperkuat interpretasi awal dari Situs Gondang ini.

Struktur candi diperkirakan berbentuk persegi berukuran 5,8 x 5,8 meter, yang diduga merupakan peninggalan era Mataram Kuno.

Ekskavasi juga mengungkap dinding bata di sisi selatan yang tampak terputus, serta beberapa artefak, seperti lingga batu putih, relief arca, artefak berbentuk segi delapan, dan batu kotak pada kedalaman 160 cm. Meski begitu, indikasi keberadaan perwara belum ditemukan.

“Semua temuan sudah diamankan. Kami bercita-cita membangun museum di Trenggalek agar hasil ekskavasi ini dapat dipamerkan untuk menambah wawasan masyarakat tentang sejarah daerah,” tambah Sunyoto.

Keterbatasan Dana Membayangi Masa Depan Situs Gondang

Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 tidak cukup untuk melanjutkan ekskavasi.

Sementara itu, APBD 2025 masih bergantung pada perubahan anggaran di pertengahan tahun.

Jika tidak ada solusi segera, potensi Situs Gondang sebagai aset sejarah dan budaya Trenggalek terancam terhenti.

Pemerintah daerah berharap dukungan lebih dari pemerintah pusat dan pihak terkait untuk melestarikan situs bersejarah ini demi generasi mendatang.***