Netrawarga.com – Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah terbanyak dalam pelaksanaan awal program Sekolah Rakyat.
Dari total 63 sekolah yang digagas Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan, sebanyak 12 Sekolah Rakyat berada di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut, tiga dari 12 Sekolah Rakyat berdiri di atas aset milik Pemprov.
Lokasinya tersebar di UPT PPSPA Batu untuk jenjang SMP, Balai Diklat BPSDM di Kota Malang, dan SMKN Maritim Lamongan untuk jenjang SMA.
“Sembilan sekolah lainnya tersebar di Mojokerto, Kota Malang, Banyuwangi, Pasuruan, Surabaya, Jombang, Kediri, Pacitan, dan Probolinggo,” jelas Khofifah, Senin (14/7/2025).
Program Sekolah Rakyat Tahap 1A Tahun Ajaran 2025/2026 ini mencatat 1.183 siswa terdaftar. Namun, tiga siswa tidak hadir karena sakit.
Sehingga, hari pertama belajar diikuti 1.180 siswa, didukung 12 kepala sekolah, 175 guru, dan 137 tenaga kependidikan.
Pemprov Jatim juga menyiapkan peluncuran Tahap 1B pada akhir Juli 2025, yang akan menjangkau tujuh lokasi tambahan: Ponorogo, Jember, Bojonegoro, Tuban, Gresik, Pamekasan, dan Kota Pasuruan.
Diperkirakan, sekitar 600 siswa baru akan ikut serta.
Jika semua tahap berjalan sesuai rencana, Jatim akan memiliki total 19 Sekolah Rakyat hingga akhir tahun ajaran 2025/2026.
Bahkan, jumlahnya bisa bertambah lewat Tahap 1C yang dijadwalkan pada September 2025.
“Program ini bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pendidikan bisa memutus rantai kemiskinan. Jangan sampai kemiskinan jadi warisan,” ujar Khofifah. (Lia)












