Butuh Rp 250 M untuk Perbaikan Jalan Rusak di Trenggalek

Salah satu jalan rusak di Trenggalek yang perlu diperbaiki.

Netrawarga.com – DPRD Kabupaten Trenggalek menyusun strategi rasionalisasi anggaran untuk memperbaiki jalan rusak di wilayahnya.

Rencana tersebut ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun melalui skema penganggaran bertahap.

Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, menyatakan bahwa alokasi anggaran secara bertahap ini dianggap realistis mengingat kondisi keuangan daerah.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Trenggalek, upaya perbaikan tidak memungkinkan dilakukan sekaligus dalam satu tahun anggaran.

“Kalau melihat postur APBD kita, tidak mungkin seluruh perbaikan jalan selesai dalam satu tahun. Harus dilakukan bertahap,” kata Doding di Kantor DPRD Trenggalek.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Trenggalek mencatat bahwa 28 persen dari total sekitar 860 kilometer jalan daerah dalam kondisi rusak.

Untuk memperbaiki seluruhnya, dibutuhkan anggaran sebesar Rp 250 miliar.

“Butuh sekitar Rp 250 miliar untuk menyelesaikan perbaikan semua jalan rusak,” tambah Doding.

Sementara itu, postur APBD Trenggalek saat ini mencapai Rp 2 triliun per tahun, dengan sekitar Rp 1,2 triliun dialokasikan untuk belanja pegawai.

Kondisi ini membatasi ruang fiskal pemerintah daerah untuk menangani seluruh perbaikan jalan dalam satu tahun anggaran.

“Alokasi anggaran kita untuk perbaikan jalan hanya Rp 41 miliar. Sebagian besar APBD terserap untuk pengangkatan P3K,” jelasnya.

Namun demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen menyelesaikan masalah infrastruktur jalan tersebut.

DPRD Trenggalek berencana menambah anggaran perbaikan jalan setiap tahun agar target perbaikan jalan rusak bisa tercapai dalam tiga tahun.

“Kita targetkan, setiap tahun minimal dianggarkan Rp 70-80 miliar. Dengan begitu, 28 persen jalan rusak dapat diperbaiki dalam tiga tahun,” pungkas Doding.***