NETRA WARGA – Delapan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek tercatat belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Fakta ini terungkap dalam evaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilakukan pemerintah daerah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Trenggalek sekaligus Wakil Ketua Satgas Percepatan MBG, Saeroni, menyebutkan pihaknya sudah menyiapkan langkah tindak lanjut agar kekurangan tersebut segera teratasi.
“Dari evaluasi kemarin ada kurang lebih delapan dapur MBG yang belum memiliki SLHS,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, pihaknya menyampaikan akan segera memberikan bimbingan teknis dalam waktu dekat.
“Ini akan kami tindak lanjuti pada hari Sabtu dan Minggu dengan bimbingan teknis, agar dapur MBG bisa segera memenuhi pengajuan sertifikat,” katanya.
Hingga kini, dari total dapur MBG yang ada, baru 23 unit yang benar-benar beroperasi.
Sebagian lainnya masih dalam tahap persiapan, termasuk pemenuhan standar higienis.
Saeroni menegaskan bahwa syarat SLHS merupakan ketentuan wajib dari pemerintah pusat dan harus dipenuhi oleh seluruh dapur.
“Yang paling menonjol dari evaluasi kemarin adalah soal SLHS, itu yang kami prioritaskan. Dapur pertama-tama harus memenuhi ketentuan tersebut sesuai pedoman dari pusat,” pungkas Saeroni.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh SPPG MBG di Trenggalek segera memenuhi standar higienis.
Dengan begitu, makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi para siswa sebagai penerima manfaat program nasional ini.












