NETRA WARGA | KEDIRI – Harga aneka komoditas cabai di Kabupaten Kediri kembali mengalami penurunan.
Berdasarkan rilis Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri di Pasar Induk Pare, Selasa (16/12/2025), seluruh jenis cabai tercatat turun meski pasokan dari petani lokal masih relatif stabil.
Penurunan harga cabai Kediri ini terjadi pada hampir semua varietas, baik cabai rawit merah, cabai merah keriting, maupun cabai merah besar.
Kondisi tersebut menunjukkan dinamika pasar masih cukup fluktuatif meski produksi tidak mengalami lonjakan signifikan.
Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menyebut pasokan cabai saat ini hanya berasal dari wilayah Kabupaten Kediri.
Meski demikian, harga tetap mengalami koreksi turun akibat faktor distribusi dan serapan pasar.
Harga Cabai Rawit Merah Turun Signifikan
Harga Cabai Rawit Merah (CRM) varietas Brengos 99 turun dari Rp59.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Varietas Asmoro 043 mengalami penurunan dari Rp60.000 menjadi Rp52.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit varietas lokal Kediri turun cukup tajam dari Rp55.000 menjadi Rp44.000 per kilogram.
Untuk jenis Prentol atau Tumi 99, harga turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
Adapun varietas Juwita 25 F1 kini berada di angka Rp42.000 per kilogram, turun Rp10.000 dari harga sebelumnya.
“Hari ini harga aneka cabai semuanya turun lagi, biarpun pasokan masih tetap. Untuk pasokan atau produksi cabai yang ada hanya dari Kabupaten Kediri (lokal),” ujar Suyono.
Cabai Merah Keriting dan Cabai Besar Ikut Terkoreksi
Penurunan harga juga terjadi pada Cabai Merah Keriting (CMK). Varietas Boos Tavi turun dari Rp45.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, sedangkan varietas Sibad turun dari Rp43.000 menjadi Rp33.000 per kilogram.
Sementara itu, harga Cabai Merah Besar (CMB) relatif turun lebih tipis. Varietas Gada EVO turun dari Rp31.000 menjadi Rp29.000 per kilogram.
Jenis Imola kini diharga Rp28.000 per kilogram, turun Rp2.000. Sedangkan varietas Sandi 08 turun dari Rp33.000 menjadi Rp31.000 per kilogram.
Distribusi dan Serapan Cabai dari Kediri
Suyono menjelaskan, pengiriman cabai dari Pasar Induk Pare ke wilayah Jabodetabek masih berjalan. Untuk cabai besar tercatat sebanyak 2 ton, cabai keriting 1,5 ton, dan cabai rawit 3 ton.
Sementara serapan industri tercatat cukup besar, yakni cabai besar 15 ton, cabai keriting 2 ton, dan cabai rawit 6 ton.
Adapun pasokan lokal dari Kediri meliputi Cabai Merah Besar sebanyak 27 ton, Cabai Merah Keriting 4 ton, serta Cabai Rawit Merah mencapai 24 ton.
Dengan kondisi pasokan yang masih terjaga dan distribusi yang berjalan, APCI berharap harga cabai di Kediri dapat kembali stabil dalam waktu dekat, seiring membaiknya keseimbangan antara produksi dan permintaan pasar.











