Pasokan Beras Kabupaten Blitar Surplus 26 Ton

Pasokan Beras Kabupaten Blitar Surplus 26 Ton
Pasokan Beras Kabupaten Blitar Surplus 26 Ton

NETRA WARGA | BLITAR – Memasuki perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan pokok di wilayah setempat dalam kondisi aman.

Hasil pemantauan stok serta produksi lokal menunjukkan bahwa pasokan sejumlah komoditas utama diprediksi mencukupi bahkan berada pada posisi surplus.

Rincian Pasokan Pangan Kabupaten Blitar

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Blitar, Fauzia Laame, menyampaikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat pada akhir tahun telah diantisipasi secara matang.

Komoditas seperti beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, hingga minyak goreng disebut masih berada dalam situasi terkendali.

“Untuk kondisi pasokan pangan pokok menjelang Nataru masih sangat aman. Produksi pangan kita di bulan Desember ini masih sangat mencukupi untuk persiapan masyarakat menyambut Natal dan Tahun Baru,” ujar Fauzia.

Ia menerangkan bahwa stok gabah dan beras di tingkat penggilingan di akhir tahun ini terpantau kuat. Tercatat ketersediaan Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 1.379,02 ton, Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 3.825,37 ton, serta beras siap edar sebesar 2.234,87 ton.

Data tersebut diperkuat dengan capaian produksi padi sepanjang 2025. Luas panen mencapai 39.146 hektare dengan perkiraan produksi setara beras sekitar 129.028 ton.

Fauzia menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat Blitar berada pada posisi kelebihan stok atau surplus.

“Jika dibandingkan dengan kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Blitar selama setahun yang sebesar 102.704 ton, maka ketersediaan beras kita di tahun 2025 ini mengalami surplus sebesar 26.324 ton. Ini menjadi basis kuat bagi keamanan pasokan pasar lokal,” tambahnya.

Selain padi, sektor jagung juga terus menopang stabilitas pangan daerah dengan produksi pipil kering diproyeksi mencapai 302.123 ton sepanjang tahun ini.

Ketersediaan pangan yang terjaga tersebut diharapkan mampu meredam potensi gejolak harga pada komoditas musiman seperti cabai.

DKPP Tetap Pantau Pasokan Pangan

Meski demikian, pengawasan distribusi tetap dilakukan. DKPP terus memetakan kondisi ketahanan pangan pada tingkat wilayah melalui Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA).

Upaya itu dilakukan untuk memastikan pasokan tidak menumpuk di satu titik serta mencegah terjadinya masalah gizi di beberapa kawasan rawan.

“Kami terus memantau informasi ketahanan pangan secara akurat. Dengan stok yang ada, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar Kabupaten Blitar selama masa Nataru ini,” pungkas Fauzia.***