Revitalisasi Sirkuit Sentul Jadi Sirkuit Bung Karno Mulai 2026

Investor Lirik Sirkuit Sentul Blitar
Investor Lirik Sirkuit Sentul Blitar

NETRA WARGA | BLITAR – Rencana revitalisasi Sirkuit Sentul Kota Blitar dipastikan mulai dilaksanakan pada 2026, setelah proyek ini masuk dalam Raperda APBD 2026 dan mendapatkan persetujuan DPRD.

Revitalisasi yang mengusung nama baru Sirkuit Bung Karno tersebut menjadi salah satu proyek penting Pemkot Blitar untuk meningkatkan fasilitas olahraga dan potensi ekonomi daerah.

Pada tahap awal, proyek revitalisasi Sirkuit Sentul ini telah dianggarkan sekitar Rp 6 miliar.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ikon olahraga otomotif di Bumi Bung Karno, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan investor.

Sejumlah investor disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk terlibat, termasuk salah satunya dari Malaysia.

Investor Sudah Tinjau Kondisi Sirkuit Sentul

Event di Sirkuit Sentul Blitar

Kepala Dispora Kota Blitar, M Aminurcholis, mengatakan bahwa minat investor Malaysia ditunjukkan melalui kunjungan langsung ke beberapa titik strategis di Tulungagung dan Kota Blitar.

“Investor Malaysia sudah datang dan melihat langsung ke lapangan. Mereka meninjau Ecopark Joko Pangon dan juga kawasan Sirkuit Sentul. Tapi, kunjungan itu masih pada tahap penjajakan awal,” jelas Aminurcholis.

Menurutnya, pembahasan lebih lanjut dengan investor baru akan dilakukan apabila mereka menunjukkan ketertarikan yang lebih serius.

Dispora pun menyiapkan dua skema kerja sama, yakni kerja sama pembangunan lanjutan sarana atau sepenuhnya pengelolaan oleh pihak ketiga.

Keduanya dinilai dapat meringankan beban anggaran daerah, mengingat standar pembangunan sirkuit nasional membutuhkan biaya cukup besar.

Kerjasama Pemkot dan Investor Bersifat Fleksibel

Aminurcholis menegaskan bahwa mekanisme kerja sama bersifat fleksibel dan terbuka.

“Model kerja samanya fleksibel. Jika pihak ketiga masuk, itu sangat membantu dari sisi pembiayaan maupun pengelolaan,” imbuhnya.

Meski rencana revitalisasi telah disetujui DPRD Kota Blitar, sejumlah fraksi memberikan catatan penting yang perlu diperhatikan.

Salah satunya soal kontribusi sirkuit terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Mereka menekankan bahwa sirkuit yang dirombak dengan standar nasional harus memberi dampak ekonomi nyata, tidak hanya menjadi proyek pembangunan besar.

Sumber PAD dari kawasan sirkuit nantinya dapat diperoleh melalui penyelenggaraan event otomotif, penyewaan fasilitas, maupun kegiatan olahraga lainnya.

Dengan perombakan dan pengelolaan yang tepat, Pemkot diharapkan mampu menjadikan Sirkuit Bung Karno sebagai pusat kegiatan otomotif yang berkelanjutan sekaligus mendongkrak potensi PAD.***