Pemkab Trenggalek Targetkan Produksi Padi Capai 160 Ribu Ton di 2025

Pemkab Trenggalek Targetkan Produksi Padi Capai 160 Ribu Ton di 2025
Pemkab Trenggalek Targetkan Produksi Padi Capai 160 Ribu Ton di 2025

Netrawarga.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek berupaya meningkatkan produksi padi.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Catatan Produksi Padi Trenggalek

Catatan Produksi Padi Trenggalek

Pada 2024, produksi padi di Bumi Turonggo Yakso mencapai 138 ribu ton.

Tahun ini, Pemkab Trenggalek menargetkan produksi meningkat menjadi 160 ribu ton.

Untuk mencapai target tersebut, salah satu strategi yang diterapkan adalah sistem tanam tancap 14.

“Jadi setelah panen, 14 hari berikutnya harus sudah tanam dan itu dilakukan serentak,” ujar Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nurhadi, Rabu (26/2/2025).

Agar sistem tersebut berjalan optimal, Pemkab Trenggalek akan memaksimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) guna mempercepat persiapan lahan untuk musim tanam berikutnya.

“Pembibitan dilakukan di luar lahan pertanian. Begitu lahan siap, kita beri waktu agar tanah ‘bernapas’, setelah itu langsung dilakukan penanaman,” tambahnya.

Sebaran Kantung Produksi Padi

Sebaran Kantung Produksi Padi

Di Kabupaten Trenggalek, kantung-kantung produksi padi berada di Kecamatan Gandusari, Kecamatan Durenan, Kecamatan Munjungan, dan Kecamatan Panggul.

“Kami fokus di lahan datar agar Alsintan besar bisa masuk. Sementara untuk daerah pegunungan atau terasering, kami akan memastikan ketersediaan air dengan optimalisasi irigasi,” jelas Imam.

Meskipun menargetkan peningkatan produksi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek tidak membatasi petani dalam memilih varietas padi.

“Setiap petani memiliki selera dan unggulan masing-masing dalam memilih varietas padi, jadi apa pun pilihannya, kami serahkan sepenuhnya kepada petani,” pungkasnya.***