Netrawarga.com – Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, setelah menyambut hari Raya Natal, hari ini adalah perayaan Pesta Keluarga Kudus Nasaret.
Perayaan Pesta Keluarga Kudus menjadi momen sakral yang umat kristiani jalankan untuk menghormati Yesus dari Nazaret, Perawan Maria dan bapaknya menurut hukum serta Santo Yusuf.
Tidak hanya peribadatan, Pesta Keluarga Kudus juga mengandung makna yang perlu untuk direnungkan lantaran menjadi model keluhuran hidup keluarga.
Bacaan Injil dari Lukas 2:41–52 mengisahkan momen penting ketika Yesus berusia 12 tahun, dibawa ke Bait Allah, dan tertinggal di sana tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Kisah ini adalah satu-satunya cerita tentang masa kecil Yesus yang tercatat selain kisah kelahiran-Nya, memberikan pelajaran mendalam tentang peran keluarga dalam memahami rencana Allah.
Maria dan Yosef, meski harus menempuh perjalanan jauh untuk menemukan Yesus, tidak menunjukkan amarah ketika mendengar jawabannya yang sederhana.
“Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku?”
Mereka menerima dengan penuh iman, menunjukkan kepercayaan total terhadap maksud Allah dalam diri Yesus.
Sikap ini menggambarkan bagaimana dukungan keluarga sejatinya, yakni menerima rencana Tuhan dengan rendah hati dan penuh pengertian.
Mengaitkan dengan kehidupan kita sehari-hari, seringkali sulit untuk mendukung orang lain tanpa menghakimi atau mengendalikan mereka.
Namun, inspirasi dari Maria dan Yosef mengajarkan bahwa mendukung seseorang berarti memberikan ruang bagi keunikan panggilan mereka, tanpa menjadi penghalang.
Kisah lain yang relevan adalah tentang Marcelino, seorang anak yang menemukan cinta sejati melalui kepolosan dan kasih kepada Yesus.
Kisah ini menggarisbawahi pentingnya dukungan dan cinta dalam keluarga, baik dalam arti sempit sebagai keluarga batih maupun dalam arti luas seperti komunitas atau tempat kerja.
Marcelino yang rindu kasih ibunya menemukan penghiburan dalam relasi dengan Yesus.
Demikian pula, kita diajak untuk menciptakan hubungan yang mendukung dan memberdayakan sesama dalam keluarga, komunitas, atau lingkungan kerja.
Tindakan sederhana penuh kasih dan niat tulus, sebagaimana dicontohkan oleh Maria, Yosef, dan Marcelino, membawa berkat bagi semua.
Selamat Natal dan selamat merayakan Hari Raya Keluarga Kudus. Semoga kita semakin mampu menghadirkan kasih Tuhan melalui dukungan tulus kepada sesama.***






