Netrawarga.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek terlibat debat sengit terkait keberadaan dokter spesialis di Rumah Sakit Kecamatan Panggul.
Perdebatan soal gaji dokter spesialis ini mencuat dalam rapat Banggar yang digelar di aula paripurna pada Rabu (20/11/2024).
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapedalitbang) Trenggalek, Ratna Sulistyowati, memaparkan bahwa dokter spesialis yang melayani RS Panggul saat ini berasal dari Pacitan.
Namun, skema kunjungan yang diterapkan dinilai memberatkan anggaran.
“Dokter spesialis dari Pacitan datang seminggu sekali, tetapi honor yang diberikan mencapai Rp 50 juta per bulan untuk hanya empat kali kunjungan,” ungkap Ratna dalam rapat.
Ratna menyarankan agar dokter spesialis dari Trenggalek direkrut untuk menekan biaya yang dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, hal ini bukan hanya soal efisiensi anggaran, tetapi juga komunikasi yang harus dijalin dengan tenaga medis lokal.
“Sebenarnya ada dokter spesialis dari Trenggalek yang siap mengisi posisi itu. Jadi, ini soal bagaimana kita menjalin komunikasi dengan mereka,” tambahnya.
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek, Sukarodin, yang juga anggota Banggar, menyoroti perlunya keterlibatan pimpinan daerah untuk menyelesaikan persoalan ini.
Ia menilai permasalahan tersebut telah beberapa kali dibahas bersama Dinas Kesehatan, Direktur RSUD dr. Soedomo, dan Direktur RS Panggul, namun belum membuahkan solusi konkret.
“Melihat kondisi ini, Sekretaris Daerah (Sekda) dan Bupati Trenggalek harus turun tangan langsung. Hal ini penting agar pelayanan eksekutif di RS Panggul bisa segera berjalan dengan optimal,” ujar Sukarudin.
Dengan beban honor tinggi yang dikeluarkan untuk tenaga medis dari luar daerah, DPRD berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi yang lebih berkelanjutan.***












