BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur pada 13-16 Januari 2025

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur pada 13-16 Januari 2025
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur pada 13-16 Januari 2025

Netrawarga.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur selama periode 13 hingga 16 Januari 2025.

Cuaca ekstrem tersebut dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Wilayah yang diprakirakan berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Selanjurnya, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jombang, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Mojokerto, serta wilayah lain seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Selain itu, kabupaten dengan karakteristik topografi curam seperti Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Lumajang juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.

Penyebab Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki puncak musim hujan. Aktifnya Monsun Asia dan fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang melintasi Jawa Timur menjadi faktor utama peningkatan pertumbuhan awan penghujan di wilayah tersebut.

Fenomena ini diperkuat oleh kelembapan udara yang tinggi dari lapisan bawah hingga atas, serta kondisi atmosfer lokal Jawa Timur yang cenderung labil.

Dengan kondisi ini, hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi secara sporadis di berbagai wilayah Jawa Timur selama sepekan ke depan.

Imbauan BMKG

Imbauan BMKG

BMKG Juanda memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat dan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada periode 13 hingga 16 Januari mendatang.

Beberapa poin penting yang perlu dipahami dan dilakukan adalah meliputi:

  1. Waspada di Wilayah Rawan Bencana
    Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi curam atau bergunung diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
  2. Perhatikan Keselamatan Jalan Raya
    Pengguna jalan diminta berhati-hati terhadap risiko jalan licin, jarak pandang yang terbatas, serta potensi pohon tumbang akibat angin kencang. Selain itu, lubang di jalan yang tertutup air juga membahayakan pengendara.
  3. Pantau Informasi Cuaca
    BMKG menghimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di website BMKG Juanda serta peringatan dini tiga harian dan peringatan dini dua hingga tiga jam sebelum kejadian melalui website resmi dan media sosial @infobmkgjuanda.

Persiapan Masyarakat Menghadapi Cuaca Ekstrem

Untuk meminimalkan risiko dampak bencana akibat cuaca ekstrem, BMKG juga menyarankan langkah-langkah berikut:

  • Periksa Saluran Air: Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat untuk mengurangi risiko banjir. Pasalnya, saluran air yang tersumbat berpotensi menyebabkan luapan air.
  • Hindari Aktivitas Luar Ruangan: Sebisa mungkin, hindari berada di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini selaras dengan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
  • Lindungi Aset Penting: Amankan dokumen dan barang berharga di tempat yang tidak mudah terendam air.
  • Siapkan Perlengkapan Darurat: Sediakan persediaan makanan, air minum, lampu senter, dan baterai cadangan untuk berjaga-jaga.
  • Ketahui Jalur Evakuasi: Jika tinggal di daerah rawan bencana, kenali jalur evakuasi terdekat dan pastikan anggota keluarga mengetahui prosedur darurat.

Kolaborasi dengan Pemerintah dan Komunitas Lokal

Selain masyarakat, pemerintah daerah dan komunitas lokal diimbau untuk berperan aktif dalam mitigasi bencana.

Langkah-langkah seperti patroli di wilayah rawan bencana, pemangkasan pohon yang berisiko tumbang, serta edukasi kepada warga mengenai tanda-tanda awal bencana diharapkan dapat mengurangi kerugian dan risiko jiwa.

Kesimpulan

Cuaca ekstrem di Jawa Timur selama periode 13-16 Januari 2025 menjadi tantangan besar bagi masyarakat dan pemerintah setempat. Dengan informasi yang akurat dan langkah mitigasi yang tepat, dampak dari bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan.

Tetap pantau informasi cuaca terkini dan ikuti arahan dari BMKG serta pemerintah daerah agar senantiasa siap menghadapi berbagai potensi bencana.***