Sembilan Tambak Udang di Munjungan Belum Kembali Beroperasi

Tambak Udang di Trenggalek Terkendala Perizinan, Hanya Izinkan Tiga Lokasi Beroperasi
Tambak Udang di Trenggalek Terkendala Perizinan, Hanya Izinkan Tiga Lokasi Beroperasi

Netrawarga.com – Setelah sempat ditutup, tambak udang di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, kini mulai beroperasi kembali.

Pembukaan dua dari 11 tambak udang pada Senin (2/12/2024), menandai dimulainya kembali aktivitas sektor perikanan ini.

Namun, sembilan tambak lainnya masih belum dapat dibuka karena masalah perizinan yang belum terselesaikan.

Habib Solehudin, Kepala Satpol PPK Trenggalek, menjelaskan bahwa hanya dua dari 11 tambak udang yang memenuhi persyaratan administratif dan lingkungan sehingga dapat dibuka kembali.

“Awalnya kami berencana membuka semuanya, namun setelah dievaluasi oleh tim, hanya dua yang sudah siap,” ungkap Habib.

Proses pembukaan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Perikanan Trenggalek dan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya.

Meskipun kedua tambak yang dibuka telah memenuhi persyaratan untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), permasalahan administrasi masih menjadi hambatan bagi sebagian besar tambak lainnya.

Sembilan tambak yang belum dibuka masih menghadapi kendala dalam hal perizinan.

Meskipun sebagian besar sudah membangun IPAL, masalah terkait izin untuk lokasi di area sawah irigasi dan hutan lindung masih menghambat operasionalnya.

“Beberapa lokasi masih belum dapat dibuka karena kendala administrasi dan izin lingkungan, termasuk yang terkait dengan kawasan hutan lindung dan saluran irigasi,” jelas Habib.

Dia menambahkan bahwa meskipun pemilik tambak sudah memenuhi ketentuan pembangunan IPAL, proses perizinan yang lebih rinci masih diperlukan untuk melanjutkan operasional tambak.

Untuk memastikan operasional tambak yang telah dibuka berjalan dengan baik, pemerintah daerah akan melakukan pemantauan secara berkala.

“Uji kualitas air akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan tidak ada dampak buruk terhadap lingkungan,” tutup Habib.***