Netrawarga.com- Dalam sebulan terakhir, Kabupaten Trenggalek seringkali diterjang bencana tanah longsor. Tanah longsor sering kali menyebabkan kerusakan besar pada rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur.
Dari data yang didapatkan oleh Tim netrawarga.com dari BPBD Trenggalek, tercatat 26 tanah longsor merusak rumah, sekolah, jalan, dan fasilitas umum lainnya. Sebanyak 57 rumah rusak ringan, 3 rumah rusak sedang, serta 2 sekolah yang mengalami kerusakan parah.
Untuk mengurangi risiko, langkah mitigasi dapat dimulai dengan mengenali tanda-tanda awal longsor, seperti munculnya retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, serta suara gemuruh atau perubahan mendadak pada aliran air yang menjadi keruh.
Penanaman vegetasi berakar kuat di lereng menjadi salah satu upaya penting untuk menahan pergerakan tanah. Hindari penebangan pohon sembarangan yang dapat meningkatkan risiko longsor.
Sistem drainase juga harus diperhatikan dengan memastikan saluran air tidak tersumbat dan mengalir dengan baik, serta menghindari pengaliran air langsung ke lereng curam.
Langkah lain yang dapat dilakukan adalah membangun terasering atau memasang dinding penahan tanah untuk memperkuat struktur lereng.
Edukasi dan pelatihan tanggap bencana bagi masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan, seperti mengenal jalur evakuasi dan lokasi aman untuk mengungsi.
Saat terjadi hujan deras, warga diimbau untuk lebih waspada, menghindari area lereng curam, dan segera melakukan evakuasi jika terdapat tanda-tanda longsor.
Sebagai tindakan preventif, pemerintah daerah bersama masyarakat dapat menerapkan perencanaan tata ruang yang baik dengan menghindari pembangunan di zona rawan longsor.
Sediakan tas darurat berisi makanan, obat-obatan, dokumen penting, serta alat sederhana seperti sekop dan lampu darurat.
Kolaborasi dengan instansi terkait seperti BPBD, BMKG, dan ahli geologi juga diperlukan untuk memetakan risiko longsor serta memasang sistem peringatan dini.
Dengan langkah-langkah ini, risiko bencana tanah longsor dapat diminimalkan, dan dampaknya dapat ditangani dengan lebih efektif.***












