Longsor Akibat Hujan di Trenggalek Sebabkan Dua Rumah Rusak

Longsor Akibat Hujan di Trenggalek Sebabkan Dua Rumah Rusak
Longsor Akibat Hujan di Trenggalek Sebabkan Dua Rumah Rusak

Netrawarga.com – Hujan deras yang melanda Desa Gayam, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, pada Kamis (2/1/2025) sore, menyebabkan dinding salah satu rumah warga jebol akibat longsor.

Longsor tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, memicu kerusakan pada dua rumah warga yang berada di bawah tebing setinggi 20 meter.

Kepala Desa Gayam, Suparli, menjelaskan bahwa material longsor merusak rumah milik dua lansia, yaitu Kamilah dan Kamah. Rumah Kamilah mengalami kerusakan pada saka penyangga atap.

Sementara itu, rumah Kamah terdampak lebih parah dengan dinding kamar mandinya yang jebol akibat terjangan tanah longsor.

“Rumah milik Mbah Kamah rusak, dinding berlubang akibat longsor,” ungkap Suparli saat ditemui di lokasi.

Selain itu, material longsor juga menutup akses jalan setapak yang biasa digunakan warga untuk mobilitas sehari-hari, terutama petani.

Jalan tersebut menghubungkan tiga rumah yang berada di bagian atas lokasi longsor.

“Akses jalan setapak sementara ini sedang dilaksanakan pembersihan. Akses jalan masih terputus,” ucap Suparli.

Upaya Penanganan dan Estimasi Kerugian

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, estimasi kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Suparli mengungkapkan bahwa perangkat desa dan warga terus melakukan upaya pembersihan material longsor untuk memulihkan akses jalan yang tertutup.

“Kami fokus untuk membuka akses jalan yang sementara ini masih tertutup. Karena akses jalan ini biasa digunakan untuk petani,” jelasnya lebih lanjut.

Sebagai langkah tanggap darurat, sejumlah pihak telah terjun ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Beberapa stakeholder yang terlibat meliputi BPBD Trenggalek, Babinsa, dan perwakilan Dinsos Trenggalek. Bantuan berupa sembako dan selimut telah disalurkan kepada para korban bencana.

Hingga kini, proses pembersihan material longsor terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan.

Pemerintah desa dan warga setempat berharap agar akses jalan dapat segera digunakan kembali untuk menunjang kegiatan sehari-hari masyarakat.***