Netrawarga.com – Tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di Kabupaten Trenggalek mendapat perhatian serius dari Polres Trenggalek.
Mengawali tahun 2025, berbagai kegiatan edukasi keselamatan lalu lintas digelar untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas pada usia pelajar, salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar program Police Goes to School di SMP Islam Gandusari.
Bertempat di aula sekolah, anggota unit Kamsel Satlantas Polres Trenggalek memberikan pembelajaran interaktif tentang keselamatan berlalu lintas kepada ratusan pelajar.
Tidak hanya ceramah, metode yang digunakan melibatkan diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta aktif bertanya dan menyampaikan pendapat.

Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, menyatakan bahwa edukasi kepada pelajar menjadi prioritas.
“Berdasarkan analisa, pada tahun 2024 tercatat 587 pelanggaran dilakukan oleh pelajar, meningkat 120,40 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya 257 kasus. Kecelakaan lalu lintas melibatkan sekitar 255 pelajar,” ungkapnya.
Angka ini menunjukkan perlunya sinergi antara kepolisian, orang tua, guru, dan masyarakat dalam membangun kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar.
“Kami mengimbau agar pelajar yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM tidak mengendarai kendaraan bermotor. Orang tua diharapkan aktif mengantar dan menjemput anak ke sekolah,” tambahnya.
Selain itu, pelajar juga diberikan pemahaman tentang bahaya kebut-kebutan, larangan balap liar, dan penggunaan knalpot bising yang kerap menjadi sumber masalah di masyarakat.

Program ini bertujuan menanamkan pola pikir tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas sejak dini.
“Pelajar adalah generasi masa depan yang harus kita lindungi. Kami ingin mereka menjadi generasi yang patuh hukum, disiplin, dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” tegas AKP Agus Prayitno.
Dengan program seperti Police Goes to School, Polres Trenggalek berharap dapat menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan di kalangan pelajar sekaligus menciptakan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.***












