RI Alihkan Impor BBM dari Singapura ke AS, Pemerintah Hitung Ulang Harga Keekonomian

RI Alihkan Impor BBM dari Singapura ke AS
RI Alihkan Impor BBM dari Singapura ke AS

Netrawarga.com – Pemerintah RI mengalihkan sumber impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura ke Amerika Serikat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa kebijakan ekspor BBM akan dibarengi dengan evaluasi ulang terhadap harga keekonomian migas.

“Kita akan hitung semuanya. Negara harus dapat harga yang efisien dan tetap menguntungkan,” ujar Bahlil merespon perihal ekspor BBM.

Impor dari AS hanya akan mencakup tiga komoditas: minyak mentah (crude), BBM, dan gas minyak cair (LPG).

Bahlil menegaskan bahwa LNG tidak termasuk dalam daftar pengadaan.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah sebelum melakukan pengadaan.

“Kami perlu justifikasi regulasi agar bisa memulai impor dari AS,” kata VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso.

Dari sisi industri, sejumlah pihak meminta pemerintah tidak gegabah meninggalkan kontrak dengan Singapura.

Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC), Hadi Ismoyo, menyarankan agar peralihan dilakukan secara bertahap demi menjaga kestabilan pasokan.

“Kalau pasar AS bermasalah, kita masih bisa berhubungan dengan trader di Singapura. Awali dengan 30% peralihan, lalu evaluasi,” ujar Hadi.

Hadi juga menyarankan agar Indonesia tetap menyisakan 10% impor dari Singapura sebagai cadangan pasokan alternatif.

Indonesia tercatat sebagai importir bensin terbesar di Asia Pasifik.

Data Global Trade Tax (GTT) menunjukkan bahwa pada Desember 2024, Indonesia mengimpor 475.000 barel bensin per hari—naik 29% dari bulan sebelumnya.

Selama 2024, total impor bensin harian Indonesia mencapai 378.500 barel.

Singapura masih menjadi pemasok utama dengan 279.000 barel per hari, diikuti Malaysia sebesar 97.000 barel per hari.

Lonjakan permintaan ini diduga berkaitan dengan kebijakan pembatasan distribusi bensin RON 90 bersubsidi, yang membuat konsumsi bensin RON 92 meningkat.