Netrawarga.com – Trenggalek dikenal memiliki sejumlah produk unggulan yang berpotensi besar menembus pasar ekspor, seperti minyak atsiri dan daging ikan patin, yang selama ini menjadi komoditas ekspor andalan.
Namun, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek mencatat ada 20 komoditas lain yang juga berpotensi diekspor ke luar negeri.
Dari jumlah tersebut, dua komoditas yang dinilai paling menjanjikan untuk diekspor adalah kecap dan gelembung ikan.
Meskipun demikian, Kepala Diskomidag Trenggalek, Saniran, menyebutkan bahwa mayoritas komoditas tersebut saat ini masih dipasarkan melalui skema undername, yaitu menggunakan nama eksportir lain.
Ia menyayangkan kondisi ini dan mendorong pelaku usaha lokal untuk lebih mandiri dalam melakukan ekspor komoditas miliknya.
“Sebetulnya sudah banyak produk Trenggalek yang diekspor, tetapi ada yang masih undername. Kami berharap pelaku usaha bisa mandiri dan mengelola ekspornya sendiri,” ungkap Saniran.
Untuk mencapai kemandirian tersebut, Diskomidag telah melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mempertemukan mereka dengan eksportir berpengalaman.
Dalam pertemuan ini, pelaku usaha mendapatkan bimbingan terkait analisis produk dan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional.
“Kami telah berupaya dengan mendatangkan pelaku usaha ekspor untuk melakukan analisis produk dan pasar untuk komoditas-komoditas tersebut. Kami tidak menargetkan pasar yang terlalu kompleks seperti negara besar. Sebaliknya, kami membidik negara dengan persyaratan yang lebih sederhana, seperti Afrika dan kawasan Asia Selatan,” jelas Saniran.
Diskomidag optimistis bahwa strategi ini dapat mendorong ekspor mandiri untuk dua komoditas unggulan, yaitu kecap dan gelembung ikan, pada tahun 2025.
Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal Trenggalek di pasar global tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
“Kami enggak terlalu muluk-muluk, targetnya mudah-mudahan di tahun 2025 ini dua komoditas terbesar, yaitu kecap dan gelembung ikan, bisa diekspor secara mandiri,” tutup Saniran.***












