Karnaval Agustusan Tak Wajib, Dikpora Trenggalek Dorong Perayaan Sukarela

Karnaval Agustusan Tak Wajib, Dikpora Trenggalek Dorong Perayaan Sukarela
Karnaval Agustusan Tak Wajib, Dikpora Trenggalek Dorong Perayaan Sukarela

NETRA WARGADinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Trenggalek memastikan bahwa partisipasi dalam karnaval peringatan Hari Kemerdekaan RI tidak bersifat wajib bagi sekolah maupun siswa.

Kepala Dikpora Trenggalek, Agus Setiyono, menjelaskan bahwa esensi perayaan kemerdekaan adalah kesadaran dan kecintaan terhadap Tanah Air, bukan kewajiban yang membebani.

“Tidak ada pemaksaan. Justru kesadaran itulah yang kita harapkan tumbuh dari masing-masing individu,” ujar Agus, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, karnaval hanyalah satu dari sekian banyak cara mengekspresikan rasa syukur atas kemerdekaan.

Aktivitas lain seperti lomba olahraga, pertunjukan seni, hingga kegiatan edukatif juga bisa menjadi wadah membangun nasionalisme.

“Ada banyak cara untuk memperingati hari kemerdekaan dan mewujudkan cinta tanah air,” imbuhnya.

Agus mengakui bahwa pelibatan siswa dalam karnaval kerap memunculkan beban biaya bagi orang tua.

Meski begitu, ia menilai keikutsertaan itu mampu menanamkan nilai-nilai penting pada generasi muda.

“Memang ada pengorbanan di situ. Tapi ini juga bagian dari penanaman nilai kebangsaan, nilai juang, dan cinta Tanah Air,” jelasnya.

Beberapa sekolah diketahui memilih tidak ikut serta dalam karnaval tahun ini karena alasan efisiensi waktu, keterbatasan anggaran, atau fokus pada kegiatan pembelajaran. Namun, tidak sedikit pula sekolah yang antusias dan menjadikan momen ini sebagai ajang aktualisasi siswa.

Agus menekankan, pemerintah tidak memaksakan semua pihak untuk ikut.

Perayaan kemerdekaan harus lahir dari niat tulus, bukan tekanan sosial.

“Sekarang kita tinggal mengisi kemerdekaan lewat pembangunan. Salah satunya, ya dengan ikut memperingati hari bersejarah ini,” pungkasnya. (Lia)