NETRA WARGA | Trenggalek- Cuaca ekstrem kembali menimbulkan bencana di Trenggalek. Puting beliung melanda Desa Kayen, Kecamatan Karangan, pada Sabtu (2/11) sekitar pukul 15.00 WIB, mengakibatkan kerusakan serius pada 24 rumah warga, terutama di bagian atap.
Seorang warga, Joko Siswanto dari RT 01, RW 01, bahkan terpaksa mengungsi karena rumahnya mengalami kerusakan parah.Saat kejadian, Joko yang sedang berada di bagian belakang rumah, merasakan hujan deras yang disertai angin kencang dan es.
“Saat itu saya merasakan hujan dan angin yang semakin kencang, hingga terdengar suara keras dari arah atap rumah. Kejadiannya sekitar 5 sampai 10 menit, tapi cukup mencekam. Angin sangat kencang, sampai pintu rumah yang sudah saya tutup bisa terbuka lagi,” ungkap Joko Siswanto pada Minggu (3/11).
Menyadari bahaya yang mengancam, Joko segera mengajak keluarganya mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Saat itu saya langsung mengajak keluarga keluar untuk mencari tempat aman,” ujarnya.
Barang-barang di dalam rumah, termasuk foto-foto keluarganya, ikut berhamburan.
Setelah semalam mengungsi di rumah saudaranya, Joko dan keluarganya kembali untuk memperbaiki kerusakan agar rumahnya bisa kembali ditempati.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, St Triadi Atmono, melaporkan bahwa bencana ini menyebabkan kerusakan pada 24 rumah di Desa Kayen.
Selain merusak rumah, puting beliung juga menumbangkan beberapa pohon dan tiang listrik.
Beberapa warga terdampak di antaranya adalah Komsatun, Sujinah, Anwar Royani, dan Yasin, yang tinggal di RT 01, 02, 03, dan 08.
“Kerusakan cukup parah, namun bersyukur tidak ada korban jiwa, dan kami telah melakukan tindakan untuk proses gawat darurat pasca terjadinya bencana,” jelas Triadi.
Warga Desa Kayen dan sekitarnya diimbau untuk tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi di wilayah Trenggalek dan sekitarnya. (Lia)












