Dampak Buruk Sahur dengan Mi Instan bagi Kesehatan

Dampak Buruk Sahur dengan Mi Instan bagi Kesehatan
Dampak Buruk Sahur dengan Mi Instan bagi Kesehatan

Netrawarga.com – Sahur merupakan waktu penting untuk mengisi energi sebelum menjalani ibadah puasa sepanjang hari selama Ramadhan.

Namun, tak sedikit orang yang bangun kesiangan sehingga memilih makanan yang praktis, salah satunya mi instan.

Mi instan memang mudah disajikan dan menggugah selera, tetapi terlalu sering mengonsumsinya saat sahur dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Pakar gizi mengungkapkan bahwa mi instan hanya mengandung kalori dan karbohidrat dengan sedikit nutrisi esensial.

Meski memiliki berbagai varian rasa, sebagian besar jenis mi instan tetap rendah serat dan protein, namun tinggi lemak, karbohidrat, serta natrium.

Kandungan tersebut kurang ideal untuk sahur, karena dapat menyebabkan tubuh lebih cepat merasa lapar dan kekurangan energi saat berpuasa.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa alasan mengapa sebaiknya tidak menjadikan mi instan sebagai menu utama saat sahur:

Mengandung MSG yang Tinggi

Mengandung MSG yang Tinggi

Mi instan mengandung monosodium glutamat (MSG) yang berfungsi sebagai penyedap rasa.

Meskipun aman dikonsumsi dalam batas wajar, penelitian menunjukkan bahwa MSG dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, sakit kepala, serta rasa haus berlebihan.

Saat puasa, tubuh membutuhkan asupan yang dapat menjaga keseimbangan cairan, sementara kandungan MSG justru dapat memicu dehidrasi, membuat tubuh terasa lemas dan tidak segar sepanjang hari.

Menghambat Penyerapan Nutrisi

Mi instan dikenal sulit dicerna oleh tubuh. Akibatnya, proses penyerapan nutrisi dari makanan lain bisa terhambat.

Jika dikonsumsi terus-menerus saat sahur, tubuh bisa mengalami defisiensi vitamin dan mineral yang berpengaruh pada daya tahan tubuh dan tingkat energi selama berpuasa.

Membuat Cepat Lapar Meski Sahur

Membuat Cepat Lapar Meski Sahur

Meski satu kemasan mi instan mengandung sekitar 240 kalori, tetapi tidak memiliki protein dan serat yang cukup untuk mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

Konsumsi mi instan saat sahur justru dapat menyebabkan gula darah naik dan turun dengan cepat, membuat perut lebih cepat lapar sebelum waktu berbuka tiba.

Mi Instan Rendah Gizi

Selama bulan Ramadhan, tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjaga stamina dan kesehatan.

Sayangnya, mi instan tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi harian karena rendah protein, vitamin, dan mineral.

Jika tetap ingin mengonsumsi mi instan saat sahur, ada baiknya menambahkan sumber protein seperti telur, daging, atau tahu, serta sayuran hijau agar lebih seimbang dan bernutrisi.

Dengan begitu, tubuh bisa tetap kuat menjalani puasa sepanjang hari tanpa mudah merasa lemas dan lapar.***