Netrawarga.com – Mengonsumsi makanan pedas saat sahur dan berbuka puasa dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada sistem pencernaan.
Makanan pedas dapat merangsang produksi asam lambung, menyebabkan ketidaknyamanan, serta meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti gastritis dan dispepsia.
Selain itu, konsumsi makanan pedas saat perut kosong setelah seharian berpuasa dapat memperparah kondisi lambung.
Pandangan Ahli Gizi Soal Makanan Sahur dan Buka
Dikutip dari kanal YouTube VDVC Health, Spesialis Gizi Klinik, dr. Verawati Sudarma, santapan pedas sebaiknya dihindari saat sahur dan berbuka puasa karena saluran pencernaan menjadi lebih sensitif selama puasa.
Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang mengganggu kenyamanan selama berpuasa.
Selain santapan pedas, ada beberapa jenis makanan dan minuman lain yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa karena dapat mengganggu kesehatan pencernaan dan menyebabkan dehidrasi:
- Asinan Asinan mengandung cuka yang dapat meningkatkan produksi asam lambung, menyebabkan rasa tidak nyaman, mual, dan kembung. Meski mengandung sayur dan buah yang bermanfaat, penggunaan cuka dalam jumlah besar perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan gangguan pencernaan jangka panjang seperti dispepsia dan gastritis.
- Gorengan Meskipun banyak digemari saat berbuka puasa, gorengan mengandung lemak yang sulit dicerna oleh tubuh. Minyak dalam gorengan dapat bertahan lebih lama di lambung, menyebabkan mual dan ketidaknyamanan. Konsumsi gorengan berlebihan juga bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan memperlambat proses pencernaan.
- Makanan Pedas Makanan pedas yang mengandung capsaicin dapat melukai dinding lambung, terutama saat dikonsumsi dalam kondisi perut kosong setelah berpuasa seharian. Bahkan bagi mereka yang tidak memiliki masalah pencernaan, konsumsi makanan pedas dalam jumlah berlebih tetap berisiko menimbulkan ketidaknyamanan dan gangguan lambung.
- Kopi Kopi memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi selama puasa. Selain itu, kandungan kafein dalam kopi dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pencernaan, terutama jika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. Jika ingin menikmati kopi selama Ramadan, disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah terbatas dan setelah makan utama.
- Minuman Bersoda Minuman bersoda dapat meningkatkan produksi gas di dalam lambung, menyebabkan kembung dan naiknya kadar asam lambung. Gelembung karbonasi dalam minuman bersoda dapat mengiritasi lambung yang kosong, meningkatkan risiko gangguan pencernaan, refluks asam lambung, serta meningkatkan kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes.
Untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadan, disarankan untuk menghindari makanan dan minuman di atas serta memilih menu sahur dan berbuka yang lebih sehat dan seimbang. Dengan begitu, ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih nyaman dan optimal.












