Netrawarga.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali melanjutkan upaya pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan membuka rekrutmen pada tahun 2024.
Sebelumnya, pada 2023, Pemkab Trenggalek berhasil mengangkat 969 guru honorer menjadi PPPK, dan pada tahun ini, sebanyak 283 guru honorer lainnya akan diangkat menjadi ASN dengan status PPPK.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Trenggalek. Ketua PGRI, Munib, mengatakan bahwa pengangkatan guru honorer menjadi PPPK adalah keputusan yang sangat positif, terutama dalam hal kesejahteraan guru.
“Tentu PGRI mengapresiasi karena pengangkatan PPPK itu juga berkaitan dengan kesejahteraan guru toh itu guru itu juga sudah mengajar lama, dan dari sisi usianya juga sudah memenuhi untuk diangkat sebagai ASN,” ujarnya.
Menurut Munib, pengangkatan guru honorer menjadi PPPK tidak hanya memberi manfaat bagi kesejahteraan guru, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Trenggalek. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan tema Hari Guru Nasional 2024.
Munib juga mengungkapkan bahwa PGRI telah berkomunikasi secara intens dengan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) untuk memperjuangkan nasib para guru honorer.
Salah satu guru di Kabupaten Trenggalek, Saji, yang telah mengabdi selama 22 tahun sebagai guru honorer di SDN 5 Sidomulyo, Kecamatan Pule, mengungkapkan rasa syukurnya atas pengangkatan PPPK yang dilakukan Pemkab Trenggalek. “Dengan diperhatikannya guru oleh pemerintah seperti ini Insyaallah guru juga mempunyai tanggung jawab untuk selalu berbenah,” ucapnya.***












