NETRA WARGA | Trenggalek- Hingga saat ini kekeringan masih melanda provinsi Jawa Timur. Salah satu kabupaten yang juga turut terdampak adalah Kabupaten Trenggalek.
Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto berkesempatan menyalurkan langsung bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan.
“Hingga hari ini masih musim kemarau dan dimana sumber air sudah mengalami kekeringan oleh karena itu kita lakukan droping air bersih untuk konsumsi warga baik itu memasak, dan bersih-bersih,” kata Gatot saat menyalurkan pasokan air bersih.
Gatot juga menjelaskan bahwa sebanyak 27 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status siaga darurat kekeringan termasuk Bumi Menak Sopal.
Ia juga menjelaskan bahwa kabupaten dengan dampak kekeringan paling parah adalah Kabupaten Bojonegoro dengan 115 titik kekeringan.Meneruskan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Gatot menuturkan jika musim kemarau diprediksi baru akan berakhir pada bulan November 2024.
“Untuk Kabupaten Trenggalek kami sudah berbicara dengan Kalaksa Kabupaten bahwa ada beberapa wilayah yang memiliki sumber air namun belum bisa dimanfaatkan,” ujar Gatot.
Pihaknya juga tengah berupaya untuk mengatasi masalah kekeringan ini supaya tidak terulang pada tahun berikutnya.
“Kami akan berpikir upaya-upaya apa yang bisa dilakukan agar kesulitan air bersih ini tidak berlanjut dan tidak terulang lagi tahun depan salah satunya mungkin dengan pembuatan sumur bor,” tegas Gatot.
Dalam kesempatan itu, pihak BPBD Jawa Timur juga membagikan terpal, makanan siap saji, untuk mengantisipasi bencana kekeringan sekaligus antisipasi bencana hidrometeorologi.
“Kami berupaya untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat agar bantuan dari BPBD provinsi bisa lebih cepat dirasakan di masyarakat dengan mendorong bantuan logistik provinsi ke kabupaten kota,” tandas Gatut.
Diketahui, pihak BPBD Provinsi Jawa Timur menyalurkan 20 ribu liter air bersih untuk ratusan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Durenan yang sumber airnya sudah mulai mengering. (Lia)












