Wisata  

JLS Bikin Wisata Goa Lowo Sepi, Disparbud Pilih Ganti Haluan

Kondisi Wisata Goa Lowo yang sepi karena adanya JLS. (Foto: Google Maps)

Netrawarga.com- Wisata Goa Lowo yang sempat menjadi destinasi alam unggulan milik Trenggalek menjadi sepi.

Salah satu primadona wisata Trenggalek itu kini dibuat kewalahan dalam menarik minat wisatawan.

Meredupnya pesona wisata Goa Lowo ini tak lepas dari pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah pesisir Trenggalek.

JLS sendiri secara langsung memberikan kemudahan akses pada wisatawan untuk mencapai destinasi wisata di pesisir.

Meskipun letak Goa Lowo tidak jauh dari kawasan pesisir, jalur yang digunakan untuk menuju wisata tersebut kini jarang dilalui wisatawan.

Para wisatawan saat ini cenderung memilih untuk melewati JLS daripada melintasi jalur lama yang melewati Goa Lowo.

“Dengan adanya JLS, wisata pesisir semakin ramai, sementara Guo Lowo makin sepi karena lokasinya tidak dilalui langsung oleh jalur wisatawan,” jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto.

Data dari Disparbud Trenggalek menunjukkan minimnya jumlah wisatawan Goa Lowo pada tahun 2024.

Jumlah kunjungan ke Goa Lowo saat momen libur hari raya Idul Fitri pada 1-15 April 2024 hanya mampu menggaet 434 wisatawan.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah rata-rata destinasi wisata lain di Trenggalek yang dapat menarik hingga 2.000 pengunjung per hari selama libur panjang.

Mirisnya, pada akhir pekan di luar periode libur wisata Goa yang terletak di Kecamatan Watulimo itu bahkan tak mampu memikat lebih dari 50 wisatawan.

Bahkan pada hari aktif [Senin-Jumat], seringkali Goa yang didapuk paling panjang di Asia Tenggara itu sepi tanpa pengunjung sama sekali.

Situasi ini membuat Sunyoto berencana untuk mengubah strategi promosi Goa Lowo dengan maksud menghidupkan kembali primadona Trenggalek tersebut.

Sunyoto juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah merencanakan akan mengubah konsep Goa Lowo menjadi wisata edukasi.

Tujuan dari strategi tersebut adalah untuk menarik minat wisatawan, khususnya dari kalangan pelajar dan sekolah.

Pasalnya, Goa ini menawarkan keindahan batuan stalaktit dan stalagmit yang menghiasi ruang gua dengan panjang sekitar 859 meter yang cocok digunakan sebagai wisata edukasi.

“Kami sedang mengupayakan perubahan branding menjadi wisata edukasi dan berharap dapat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora),” ungkapnya. (Lia)