Pencak Silat Dihujat Masyarakat, Ketua IPSI Trenggalek Pamer Prestasi

Pencak Silat Dihujat Masyarakat, Ketua IPSI Trenggalek Pamer Prestasi
Pencak Silat Dihujat Masyarakat, Ketua IPSI Trenggalek Pamer Prestasi

Netrawarga.com – Bela diri pencak silat di Trenggalek tengah menghadapi stigma negatif dari masyarakat. Komentar menohok mengenai olahraga tradisional ini banyak beredar di media sosial, menyusul insiden penyerangan Mapolsek Watulimo oleh sekelompok pesilat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki, memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa pencak silat adalah olahraga yang telah memberikan banyak kontribusi positif bagi Trenggalek.

“Pencak silat adalah salah satu cabang olahraga yang telah berhasil memberikan kebanggaan kepada masyarakat Trenggalek. Para atlet selalu menyumbangkan medali emas,” ujar Sigid, Senin (27/1/2025).

Prestasi dan Pelestarian Budaya

gambar-pencak-silat-psht-21

Sigid memaparkan bahwa olahraga ini telah memberikan prestasi konsisten selama lebih dari 15 tahun. Atlet pencak silat Trenggalek berhasil meraih medali emas di berbagai ajang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga ASEAN.

Selain itu, ia menegaskan bahwa perguruan silat memiliki peran penting dalam melestarikan budaya bangsa. “Organisasi perguruan silat itu bergiat dalam pelestarian warisan budaya bangsa. Silat sangat bagus, apalagi telah diakui oleh UNESCO,” tambahnya.

Harapan pada Keputusan Pemkab Trenggalek

Ketua IPSI Trenggalek Angkat Biacara Soal Insiden Watulimo dan Rencana Pembekuan Pencak Silat

Terkait rencana pembekuan kegiatan pencak silat oleh Pemkab Trenggalek, Sigid meminta agar keputusan tersebut dipertimbangkan dengan matang. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tidak seharusnya berdampak pada seluruh perguruan.

“Pembekuan itu untuk perguruan yang secara nyata melakukan pelanggaran besar. Tetapi, kalau dilakukan oleh beberapa oknum anggota, saya harap bisa dipertimbangkan lagi,” tegasnya.

Mengubah Stigma Negatif Pencak Silat

Pencak Silat

Sigid berharap stigma negatif terhadap olahraga ini dapat diubah menjadi pandangan positif melalui berbagai prestasi yang telah dicapai.

“Kalau sisi positif diberi porsi besar, kami berharap sisi negatifnya bisa diubah menjadi potensi yang positif,” tutupnya.

Melalui pernyataan ini, IPSI Trenggalek berharap masyarakat dapat melihat silat sebagai kebanggaan budaya dan olahraga yang membawa manfaat besar, sekaligus memperbaiki citra bela diri ini di mata masyarakat.***