NETRA WARGA – Fenomena flexing atau pamer gaya hidup mewah yang dilakukan sejumlah anggota DPR dan pejabat negara menuai kekecewaan publik.
Di tengah kondisi rakyat yang menghadapi pengangguran dan melemahnya daya beli, perilaku wakil rakyat itu dinilai tidak peka terhadap situasi.
Ketua DPD PKS Trenggalek, Subadianto, menegaskan bahwa partainya berkomitmen menjaga moralitas dan kesederhanaan anggotanya, termasuk di parlemen daerah.
“Permasalahan yang terjadi kan masalah moralitas. Insyaallah nanti kita berikan tips khusus agar aman dari sisi kecemburuan masyarakat maupun internal. Elit-elit PKS ditetapkan untuk berperilaku sederhana, tidak menimbulkan kesenjangan,” kata Subadianto, Rabu (10/9/2025).
PKS Klaim Sudah Jalankan Tuntutan Publik
Menurutnya, PKS sudah merealisasikan tuntutan mahasiswa dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari kadernya.
“Kami akan terus komitmen dan merealisasikan sebagaimana yang diinginkan masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pembinaan rutin terhadap kader dilakukan setiap pekan dengan arahan dari Majelis Syuro pusat.
Tujuannya agar para elit PKS menjaga penampilan sederhana serta menjauhi gaya hidup berlebihan.
Kondisi DPRD Berbeda dengan DPR RI
Subadianto juga menekankan bahwa kondisi anggota DPRD berbeda jauh dengan DPR RI, baik dari sisi kewenangan maupun pendapatan.
Karena itu, ia menilai tidak tepat jika gaya hidup anggota DPRD daerah dibandingkan dengan parlemen pusat.
“Jadi kondisi ekonomi teman-teman DPRD tidak bisa dibandingkan dengan DPR RI, bahkan untuk berpenampilan sebagaimana di DPR RI. Pihaknya juga sangat prihatin dengan pejabat yang bergaya berlebihan,” ujarnya.
Apresiasi atas Kesederhanaan Kader PKS
Lebih jauh, Subadianto menyebut bahwa kesederhanaan kader PKS diapresiasi masyarakat, bahkan oleh presiden.
“Insyaallah kalau PKS sendiri, mulai pusat hingga daerah masih menjaga itu semua, bahkan presiden sendiri mengapresiasi tentang penampilan para kader PKS,” tandasnya.






