NETRA WARGA | Trenggalek- Sebuah rumah di Rt. 04 Rw. 01 Desa Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek, roboh pada Sabtu pagi (02/11/2024) sekitar pukul 05.03 WIB.
Diketahui rumah tersebut roboh akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam.
Rumah milik seorang warga lanjut usia, Yati (62), mengalami kerusakan parah, khususnya di bagian ruang tamu yang ambruk total.
Akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami luka berat di kepala karena tertimpa genteng dan harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami pendarahan.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St Triadi Atmono, curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama rumah tersebut roboh.
“Hujan deras yang berlangsung lama meningkatkan risiko kejadian seperti ini, terutama pada rumah-rumah yang strukturnya sudah rentan. Kondisi tanah yang jenuh air menyebabkan fondasi rumah tidak lagi kuat menahan beban,” ungkap Triadi.
Triadi juga menekankan bahwa pihak BPBD terus memantau kondisi wilayah Trenggalek, terutama di daerah yang rawan bencana, untuk segera memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
“Kami sudah mengirimkan tim untuk menilai situasi di lapangan. Selain itu, kami bekerja sama dengan pihak desa, Babinsa, dan RT setempat untuk membantu korban dan menangani situasi ini,” jelasnya lebih lanjut.
Menurut keterangan warga setempat, hujan mulai turun sejak Jumat malam dan berlangsung tanpa henti. Keesokan paginya, rumah Yati yang berada di lokasi rawan mulai mengalami keretakan sebelum akhirnya ambruk.
“Rumah tersebut ambruk sekitar pukul lima pagi. Sedangkan, Yati diketahui tinggal bersama anak cucunya di rumah tersebut,” pungkas Triadi.
Pada saat itu juga Yati tertimpa genteng saat berada di dalam rumah dan segera dievakuasi ke RSUD Dr. Sudomo Trenggalek untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Untuk korban sudah dibawa kerumah sakit dan sudah mendapatkan jahitan pada bagian yang mengalami pendarahan. Saat ini Yati sedang berada di rumah anak pertamanya,” papar Triadi.
Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 25 juta, mencakup kerusakan total pada ruang tamu rumah korban.
Sementara itu, pihak desa telah merencanakan kegiatan kerja bakti bersama warga sekitar untuk membantu membersihkan reruntuhan rumah pada hari Minggu (3/11/2024).
“Kerja bakti akan dilakukan dengan memanfaatkan peralatan seadanya. Kami juga berharap ada bantuan untuk meringankan beban korban,” tutup Triadi. (Lia)












