Netrawarga.com – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin resmi menutup pelatihan pengembangan kewirausahaan di Gedung Bawarasa, Senin (2/12/2024).
Program tahunan ini bertujuan mencetak 5.000 pengusaha baru di Kabupaten Trenggalek, dengan mayoritas peserta adalah perempuan.
Dalam pidatonya, bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini menekankan pentingnya adaptasi bisnis di era digital.
Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan teknologi sebagai peluang usaha.
“Bisnis sekarang tidak perlu kulakan atau memproduksi sendiri. Dengan menjadi affiliate saja, kadang sudah bisa cuan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta diajak memahami cara memanfaatkan platform digital untuk pemasaran dan pengembangan usaha.
Sebagai bentuk dukungan, Mas Ipin bahkan menantang salah satu peserta untuk mendesain pakaian yang akan ia promosikan di akun Instagram pribadinya.
Tak hanya fokus pada pelatihan, Mas Ipin juga menyampaikan pandangannya terkait wacana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen.
Ia menekankan pentingnya insentif bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memastikan roda ekonomi tetap bergerak.
“Kalau ekonomi sudah berputar, pajak yang masuk akan lebih besar, meski tarifnya kecil,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan pengelolaan pajak berbasis lingkungan, seperti pemberian diskon pajak untuk restoran atau warung yang mengelola limbah secara baik, termasuk minyak jelantah. “Ini sekaligus mendukung program Net Zero Carbon,” tambahnya.
Program pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama perempuan, yang mencapai 90 persen dari total peserta.
“Mereka bisa tetap bekerja sambil berbisnis digital, sehingga penghasilan keluarga bertambah,” tutup Mas Ipin optimis. ***












