Netrawarga.com- Sebuah video yang memperlihatkan Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah tengah melontarkan kalimat menohok pada seorang pedagang es teh.
Kejadian tersebut diketahui terjadi di acara pengajian di Magelang, Jawa Tengah, viral di media sosial. Kejadian ini menarik perhatian netizen, memicu kontroversi, dan menuai berbagai reaksi.
Dalam video tersebut, Gus Miftah bertanya kepada pedagang es teh yang bernama Pak Sun, “Es tehmu jik okeh ra? Masih, yo kono didol ‘goblok’.” (Es tehmu masih banyak atau tidak? Masih, ya sana dijual ‘goblok’).
Sontak, kata-kata tersebut membuat para jemaah yang hadir tertawa, meski pedagang es teh tersebut tampak terkejut dan malu.
Bukannya membeli es teh yang dijual, Gus Miftah malah menyarankan Pak Sun untuk berkeliling lagi dan menjual dagangannya kepada jemaah lain.
Gus Miftah melanjutkan, “Dol’en ndisik ngko lak rung payu, wis, takdir” (Jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir). Sambil melontarkan kata-kata itu, Gus Miftah terlihat tertawa bersama beberapa pria yang duduk di dekatnya, termasuk Gus Yusuf yang juga tertawa lepas.
Tawa ini semakin memperburuk kesan bahwa olok-olok tersebut bukan sekadar candaan biasa, melainkan penghinaan yang membuat pedagang es teh tersebut terpojok.
Setelah video tersebut tersebar, akun Instagram Gus Miftah dibanjiri ribuan komentar dari netizen yang merasa kecewa, marah, dan geram dengan sikap Gus Miftah yang dianggap tidak sopan dan merendahkan pedagang kecil.
Mereka mengkritik keras penggunaan kata ‘goblok’ yang dianggap tidak pantas, terlebih dalam konteks seorang tokoh agama yang seharusnya memberikan teladan.
Video ini juga menimbulkan simpati terhadap Pak Sun, pedagang es teh yang menjadi korban olok-olok tersebut. Netizen mulai berdatangan ke kediaman Pak Sun di Dusun Gesari, Desa Banyusari, Magelang, untuk memberikan dukungan moral dan materiil.
Beberapa di antaranya menitipkan uang untuk membantu kehidupan Pak Sun yang sempat dipermalukan di depan umum.
Sebagai bentuk solidaritas, komunitas netizen Sayaphati juga menyambangi kediaman Pak Sun dan berjanji untuk membantu menyediakan tempat usaha agar Pak Sun tidak perlu lagi berdagang es teh dengan cara berkeliling.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sikap empati dan dukungan kepada mereka yang merasa dirugikan, apalagi jika terkait dengan penghinaan publik.
Sementara itu, dalam upaya meredakan kontroversi, Gus Miftah mencoba mengklarifikasi kejadian tersebut melalui unggahan di Instagram pada Selasa (2/12/2024).
Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat membeli jajanan dari para pedagang di pengajiannya, berharap dapat memperbaiki citranya pasca-insiden tersebut.
Namun, meskipun ia berusaha memperlihatkan sikap positif, netizen tetap memberikan respons yang beragam, dengan sebagian besar mengungkapkan rasa kecewa mereka.
Insiden ini menggugah diskusi lebih luas tentang perilaku yang pantas di dunia maya, terutama ketika melibatkan figur publik seperti Gus Miftah.
Sebagai seorang tokoh agama, yang memiliki pengaruh besar, harapan publik adalah agar tindakan dan ucapan mereka bisa lebih bijak dan menunjukkan rasa hormat terhadap sesama. Sebab, di balik tawa, terkadang ada perasaan yang terluka.***










